Beranda Ekonomi

Dorong Mahasiswa Berwirausaha

BERBAGI

JAKARTA–RADAR BOGOR, Terus berkem­bangya ekonomi syariah, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong mahasiswa untuk berperan aktif. Salah satunya, membangun inkubator bisnis syariah untuk menumbuhkan wirausaha pemula dan pengembangan lembaga bisnis berbadan hukum koperasi atau lainnya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Yuana Sutyowati saat menjadi keynote speech dalam Seminar Internasional dengan tema ‘Optimizing The Capability of Technology Based SME in The Global Competition Era’ dan Temu Ilmiah Regional dengan tema ‘Small Enterprise for Big Indonesia’ di kampus UIN Ciputat.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi (TI) bagi pelaku koperasi dan UKM (KUKM). Hal ini perlu dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Menurut dia, TI yang berkembang begitu pesat berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat daya saing UKM dan koperasi.

Sebab, melalui pemanfaatan TI pelaku KUKM berdampak pada lebih dikenal profil dan produk usahanya, kemudahan komunikasi dengan pelanggan, efisiensi dan efektivitas manajemen, serta perluasan jangkauan dan volume pemasaran.

Kemenkop UKM sendiri memiliki beberapa program atau kegiatan bagi pe­ngem­bangan UKM berbasis TI. Yakni adanya Kampung UKM Digital.

Kampung UKM Digi­tal ini mengembangkan pe­manfaatan TI secara kom­prehensif dan integratif untuk mendukung proses bisnis yang berjalan di sentra UKM atau lokasi tertentu guna mewujudkan UKM yang maju, mandiri, dan modern, bersinergi dengan PT Telkom dan PLUT daerah setempat.

“Selain itu, ada pula e-commerce UKM,” kata dia.

Berdasarkan data pada 2016 jumlah UMKM 59.267.759 unit, terdiri atas usaha mikro 59.521.987 unit (98,74 persen), usaha menengah 681.522 unit (1,15 persen), usaha menengah 59.263 unit (0,10 persen) dan usaha besar 987 unit (0,01 persen). KUKM berkontribusi pada PDB Nasional sebesar 62,57 persen dan menyerap tenaga kerja 132,22 juta (96 persen).(net)

Komentar Anda

Baca Juga