Beranda Metropolis

Mengenal Park Ranger, Penjaga Taman-taman di Kota Bogor

JAGA: Anggota tim Park Ranger Samsudin (kanan), Jimmy (tengah), dan Gunawan (kiri) mengingatkan anak-anak yang berkumpul di Taman Heulang, Kecamatan Tanahsareal, untuk ikut menjaga keasrian taman.

BOGOR-RADAR BOGOR,Di usianya yang genap satu tahun, berbagai tantangan kian menguji pasukan Park Ranger. Selain menjaga taman dari tangan-tangan jahil, ancaman dan intimidasi ternyata kerap meneror mereka saat menjalankan tugas.

Pagi kemarin, waktu shift bertugas Samsudin, Jimmy, dan Gunawan. Setibanya di Taman Heulang, pasukan hijau ini langsung berjaga. Satu per satu membagi titik untuk mengawasi taman agar tetap terjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanannya.

Sekilas, pekerjaan mereka terlihat ringan. Padahal, selain harus mampu menjaga stamina agar tetap terjaga, mereka pun harus siaga jika sewaktu-waktu ada pengunjung atau warga yang bermain di taman dan tidak mematuhi aturan ataupun berbuat tidak sesuai norma.  Apalagi, waktu kerja Park Ranger adalah 24 jam nonstop dibagi shift satu hingga tiga.

Di Kota Bogor, ada 63 petugas Park Ranger. Tak jarang, saat bertugas, mereka menemukan warga yang kerap melanggar aturan yang sudah tertera dalam plang pengumuman. Seperti, jangan menginjak rumput hingga jangan buang sampah sembarangan.

“Kami pelan-pelan menasihati, kasih imbauan ke warga,” kata Samsudin di sela tugasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Samsudin mengatakan, tak hanya pelanggaran ringan. Seringkali taman dijadikan lokasi amoral. Mulai dari perkelahian, tawuran, sampai mabuk-mabukan. Park Ranger juga pernah memergoki pelajar mabuk di siang bolong. Pelajar tersebut mengelabui dengan cara memasukkan minuman keras dalam botol minuman bersoda.

“Kami  amankan, kami bina. Kami berkoordinasi dengan Satgas Pelajar. Kami cek identitas sekolahnya, bener apa enggak. Jika ada yang terindikasi kriminal atau bawa senjata tajam, kami juga libatkan Bhabinkamtibmas dan kepolisian,” jelasnya.

Dalam mengawasi taman, selain sikap cuek warga terhadap aturan, intimidasi kerap mereka alami. Seperti yang dituturkan Jimmy. Demi menyelamatkan diri dari senjata tajam aksi brutal geng motor, mereka melapor ke polisi.

”Kami hanya ada senjata dodol (pentungan, red), sedangkan mereka bawa samurai atau celurit,” ungkapnya.

Panca Dareno, koordinator Park Ranger Kota Bogor, mengatakan, pelajar yang kedapatan menyimpang seperti mesum sampai mabuk-mabukan, tidak dilepas begitu saja. Mereka membuat perjanjian dan diberi hukuman. Mulai dari wawasan kebangsaan dan keagamaan.

“Ke depannya, selain jalan jongkok, ya tulis janji atau nilai agamanya (astaghfirullah) satu buku penuh. Itu untuk memberikan efek jera,” katanya.

Meski didominasi pelajar dan pemuda, pelaku juga ada yang berasal dari aparat. Sejak Januari 2018, Park Ranger berkoordinasi dengan Denpom Bogor. Hal itu guna melaporkan jika ada aparat yang berbuat onar.

“Memang pada malam hari taman ini dipergunakan tidak seusai fungsinya. Minum miras, terus pacaran,” katanya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Erwin Gunawan, mengaku langsung berkoordinasi dengan Satgas Pelajar Dinas Pendidikan dan polisi. Menurut Erwin, keberadaan taman nan asri dan nyaman kerap disalahgunakan. Selain lokasi mesum dan tawuran, taman juga sering menjadi sarang pecandu miras. Mayoritas pelakunya ialah pelajar dan anak muda.

“Dengan keberadaan Park Ranger, alhamdulillah lebih terjaga dari segi keamanan dan ketertibannya. Sudah beberapa kali kasus seperti ini terjadi, baik siang maupun malam,” ujar Erwin.

Park Ranger bertugas menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2006. Dalam pelaksanaannya, Park Ranger dibentuk  Dinas Perumahan Permukiman Pemerintah Kota Bogor. Pasukan ini juga diberi pelatihan langsung mengenai penanganan lingkungan.

Selain itu, untuk keahlian keamanan pasukan ini dibina Satuan Brimob. Mereka dibekali  pendidikan pelatihan fisik mental untuk menjaga keamanan dan ketertiban di area publik ruang terbuka hijau. Pasukan berseragam hijau ini sudah dibekali pengetahuan juga keterampilan untuk meneliti dan memantau situasi.

Jika ada yang mencurigakan, kata dia, Park Ranger langsung bertindak. Dalam hal ini, mengantisipasi untuk mencegah tindakan amoral ataupun menjurus kriminal.

“Tindak kriminal maupun terkait lainnya berkoordinasi dengan polsek. Polsek datang, selanjutnya diproses. Seperti tawuran yang pernah terjadi di taman,” jelasnya.

Erwin pun mengimbau, jika warga mendapati hal-hal mencurigakan di area taman, segera melaporkan ke Park Ranger.(*/c)

Baca Juga