Beranda Metropolis

Masih Hujan hingga April

BERBAGI
infografis hujan di kota Bogor

BOGORRADAR BOGOR, Maret ini sejumlah wilayah di Jawa Barat, khususnya kawasan Bogor Raya, memasuki puncak musim hujan. BMKG mengimbau agar warga lebih berhati-hati di tengah kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini.

Kepala Stasiun BMKG Bogor Budi Suhardi mengatakan, secara umum, wilayah Jabar memang tengah memasuki musim penghujan.

“Wilayah Bogor dan sekitarnya berada di puncak musim hujan. Jadi, curah hujan tertinggi selama setahun itu terjadi di Maret ini. Sehingga wajar apabila beberapa hari ini hujan cukup tinggi dan relatif merata di sebagian besar wilayah Jawa Barat,” kata Budi saat dihubungi, Senin (5/3).

Dia mengungkapkan, dari hasil pengamatan beberapa hari terakhir, karakter cuaca umumnya berawan pada pagi hari. Sementara siang atau sore berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi yang disertai petir dan di beberapa lokasi disertai angin kencang.

“Masyarakat perlu me­ngantisipasi (dengan) me­meriksa saluran air, memeriksa cabang pohon yang terlalu rimbun yang dikhawatirkan jika tertiup angin bisa patah,” ucapnya.

“Tipe angin kencang yang terjadi memang beragam, tapi umumnya gerakan horizontal berbeda dengan puting beliung. Diawali dengan munculnya awan cumulonimbus yang hitam pekat. Yang terjadi beberapa hari ini angin kencang berkekuatan sedang berkecepatan 40 kilometer per jam,” sambung Budi.

Untuk daerah yang berpotensi diterjang angin kencang, ia menerangkan, semua daerah di Jabar memiliki potensi tersebut. Rata-rata kecepatan anginnya dari 10–20 kilometer per jam.

“Secara umum, memang seluruh Jabar ada potensi angin kencang, tetapi bukan kategori ekstrem,” ujarnya.

Sedangkan untuk masa transisi, Budi menambahkan, khusus wilayah Bogor berada pada April hingga Mei. Sehingga sampai April, hujan masih akan terus mengguyur wilayah Bogor.

“Transisi diperkirakan das (dasarian, red) 3 bulan April hingga das 1 bulan Mei. Dengan kata lain, masa transisi di sekitar April hingga Mei. Sudah masuk kemarau, awal Mei atau pertengahan,” tegas Bud.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, BPBD, dan instansi lainnya mengenai situasi cuaca di Jawa Barat.

“Dari awal musim hujan lalu kami update setiap harinya. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga sangat erat, terutama dengan BPBD. Untuk potensi kondisi ekstrem terus kami amati agar dapat mengurangi dampaknya,” tutup Budi.(ran/c)

Baca Juga