Beranda Politik

Bima Didoakan Nenek Ratusan Tahun

BERBAGI
DIDOAKAN WARGA: Neni warga Muarasari mendoakan calon petahana Bima Arya saat berkampamye di Kelurahan Muarasari dan Bojongkerta Kecamatan Bogor Selatan, kemarin (5/3).

BOGOR–RADAR BOGOR, Usia bisa saja sudah tua, namun soal semangat, nenek yang satu ini patut diajungi jempol. Adalah  Neni, warga Muarasari, Bogor Selatan, yang begitu antusias ketika bertemu dengan calon petahana Bima Arya, kemarin (5/3). Dia tak segan-segan menghampiri Bima di sela kegiatan gerilya calon nomor urut 3 tersebut.

Saat berbincang, Neni mengaku berusia 145 tahun. Hal itu pun langsung membuat Bima kaget bahkan tak percaya lantaran kondisi Neni yang masih terlihat segar, mampu berjalan dan lancar berkomunikasi. Namun para cucu Neni yang ada di lokasi meyakinkan Bima Arya sambil menggendong cicit sang nenek.

”Pemimpin itu yang penting amanah,” kata Neni untuk Bima Arya dan Dedie Rachim yang sedang bertarung di Pilwalkot Bogor 2018.

Sebelum bertemu Neni,  Bima mengawali gerilyanya dengan meninjau sejumlah infrastruktur di Muarasari. Di antaranya jembatan roboh di RW 01 dan RW 06,  serta pengecoran dan pelebaran musala.

Gerilya pun dilanjutkan ke kawasan paling selatan Kota Bogor, yakni Bojong Kerta. Bima mengunjungi bangunan majelis taklim yang sedang dibangun oleh seorang tokoh masyarakat. Nantinya, majelis tersebut akan dijadikan sarana pengajian dan dakwah. Bima menilai, majelis taklim memiliki peran yang sangat penting.

”Terutama dalam pembangunan akhlak yang baik untuk generasi muda di Kota Bogor, salah satunya dengan mengaji,” beber Bima.

Pada kesempatan itu, Bima juga sempat menengok sejumlah warga yang sakit. Lagi-lagi, suami Yane Ardian itu dibuat kaget sama seperti halnya di Muarasari. Ia menemui seorang kakek berusia 130 tahun di Bojongkerta. Melihat hal itu, Bima menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harapan hidup masyarakat Kota Bogor sudah cukup baik, yakni 72,95 tahun  pada 2016.

Padahal pada 2013 sebelumnya, hanya mencapai 72.57 tahun. Sehingga tren peningkatan usia harapan hidup di Kota Bogor terus meningkat setiap tahunnya.

”Angka harapan hidup itu diharapkan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan,” bebernya.(gal/c)

 

Baca Juga