Beranda Metropolis

Ubah Bambu Jadi Beragam Alat Musik

KREATIF: Prof Endo Suanda menunjukkan hasil karyanya berupa alat musik yang berbahan dasar bambu di Gang Masjid, Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

RADAR BOGOR, TAK banyak masyarakat Bogor yang mengenal Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN). Lembaga dan sanggar ini, salah satunya ternyata berada di Gang Masjid, Cilendek.

Di lokasi ini, rupanya, terdapat bengkel para seniman musik. Seniman asal Bandung, Prof Endo Suanda berkreasi di bengkelnya.

LPSN adalah lembaga yang intens mengangkat realitas seni budaya nusantara ke dalam dunia pendidikan seni Indonesia.

Melalui program Metodologi Pendidikan Seni Nusantara, sejak 2003, LPSN melatih para guru seni budaya. Terutama, membuat dan mengembangkan alat musik berbahan dasar sederhana yakni bambu.

“Punya gagasan alat bambu ini karena saya berminat dengan teknik pengolahan bambu  sebagai alternatif dari kayu,” katanya kepada Radar Bogor.

Profesor yang menekuni seni alat musik ini bertekad membuat alat musik yang juga bisa dimainkan musisi profesional. Misalnya, gitar, yang layak dimainkan oleh para gitaris.

“Begitu juga dengan pembuatan kecapi. Tolok ukurnya adalah pemain kecapi. Sehingga, tidak asal jadi gitar atau jadi kecapi,” kata kakek kelahiran 14 Juli 1947 itu.

Dalam praktiknya, perlu ada teknik dan ketelitian. Semisal, menghubungkan elemen bambu menjadi  sebuah tabung lingkaran. Pembentukannya juga sesempurna mungkin.

Ia pun menularkan keterampilannya ke seniman yang juga tertarik pada material bambu. Dari  ketekunannya itu, keahliannya pun berkembang dan mulai menjajah alat musik lain.

“Seperti beduk, gitar dan biola sudah banyak sejak 2013. Tetapi, beduk belum ada di dunia karena  pembuatan material ini harus ada penanganan khusus,” tururnya.

Endo mengungkapkan, modal utama kesenian bambu ini adalah jiwa rasa memiliki sebagai bangsa yang kaya kebudayaan. Salah satunya, bambu, yang mudah dijumpai dan banyak tumbuh subur di Indonesia.

“Kita punya bambu, melimpah ruah di Indonesia. Hanya, mungkin kita butuh teknik mengolahnya secara lebih baik lagi,” imbuhnya.

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keragaman budayanya. Namun, Endo menilai, Indonesia belum mampu mengelola hasil kebudayaan tersebut.

Oleh karenanya, khusus bambu ini, dirinya mengajak masyarakat untuk mengenal dan mengelolanya.

“Harus dilestarikan agar bermanfaat pada generasi bangsa selanjutnya,” imbuhnya.(/c)

Baca Juga