Beranda Politik

KPU: Pilkada Bikin Korupsi Tumbuh Subur

BERBAGI
ilustrasi, net

JAKARTA-RADAR BOGOR,Komisioner KPU Pusat Hasyim Asy’ari sepen­dapat dengan asumsi yang menyatakan bahwa gelaran pilkada serentak telah membuat korupsi tumbuh subur di derah meskipun tidak mutlak.

Ia menyebut, sebagai salah satu faktornya adalah segala aturan yang ada di negeri ini belum bisa memangkas tum­buhnya korupsi para pasangan calon kepala daerah.

”Kalau kita bicara keselu­ruhan baik hukum pidana, hukum pemerintahan dan hukum administrasi, negara tidak cukup andal untuk men­cegah tidak tanduk korupsi. Penjara tidak mem­buat takut atau tidak mem­berikan efek jera atau paslon yang kena OTT jera,” terang Hasyim di Jakarta, Jumat (2/3).

Untuk itu, lanjutnya, selu­ruh elemen bangsa terutama para pemangku kepentingan mesti memikirkan cara lain untuk memperkaya sistem. Hasyim juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan pula negara ini kembali mengubah sistem pemilihan kepala daerah, legislatif maupun presiden.

”Semisal dipilih oleh DPR gitu. Kalau DPR kurang ajar semua kita serahkan KPK untuk sadap dan lain sebagainya,” jelasnya.

Hasyim juga yakin, andaikata KPK aktif semenjak dahulu terutama pada gela­ran Pilkada 2015 dan 2017, pasti suap itu bisa tertangkap terus setiap hari.

”Selain itu juga kan proses pemerintahan berlangsung dari menit ke menit, waktu ke waktu, jadi potensi korupsi, suap menyuap dan peras memeras terjadi terus menerus,”

Terakhir, Hasyim kembali menegaskan bahwa bangsa ini tidak punya sistem dan kapasitas untuk mencegah korupsi tersebut.(jaa)

Baca Juga