Beranda Olahraga All Sport

India dan Denmark Protes

BERBAGI
PRO KONTRA: Pemain Hongkong meluapkan emosinya usai memenangi laga.

JAKARTARADAR BOGOR, Bukan hanya soal aturan baru servis. Peraturan baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait rencana perubahan sistem skor dan pembatasan peran pelatih di lapangan masih terus menuai kritik. Kali ini giliran India dan Denmark yang angkat bicara.

Untuk diketahui, BWF berencana mengubah pola_skor_dari 3 babak x 21 poin menjadi 5 x 11 dengan alasan untuk mempersingkat waktu pertandingan. BWF juga akan membatasi peran pelatih selama pertandingan berjalan. Artinya, pelatih tidak lagi boleh memberikan komando dari sisi lapangan seperti yang sudah berjalan sekarang.

“Saya betul-betul tidak paham. Dulu ada masa di mana aturan tidak memperbolehkan pelatih berada di lapangan, lalu mereka membuat aturan pelatih boleh berada di lapangan. Sekarang malah mau dihapus lagi. Saya tidak mengerti logikanya bagaimana,” kata pelatih kepala tim nasional India, Pullela Gopichand seperti dilansir timesofindia.com.

Kekesalan yang sama juga diungkapkan pelatih_kepala tim nasional Denmark, Keith Jonassen.

“Keunikan bulu tangkis dibanding olahraga lain justru terletak di peran pelatih yang boleh masuk ke lapangan dan memberi instruksi ke anak-anak didiknya. Dari yang saya tahu, orang-orang yang menonton menyukainya. Di televisi, mereka bisa lihat dan mendengar sendiri strategi dan instruksi yang diberikan,” kata Jonassen.

Jonassen menambahkan, adalah hal yang sangat bodoh dan lucu jika alasan pembatasan ini adalah supaya pertandingan bisa berjalan lebih cepat.

“Mengganti peraturan tentu boleh, tapi tolong dengan alasan yang jelas dan masuk akal,” katanya.

Tentang aturan skor baru, keduanya juga masih bertanya-tanya.(jpg)

 

Komentar Anda