Beranda Metropolis

Bernostalgia dengan Surat Kabar Lawas

BERBAGI
SERIUS: Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Herry Cahyono bersama calon wakil wali kota Bogor Dedie A Rachim melihat edisi cetak pertama Koran Harian Radar Bogor di sela-sela pameran foto PWI Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dari berbagai serangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN), ada yang menarik ketika mengunjungi pameran foto zaman dahulu yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di kantor PWI, yaitu keberadaan koran-koran lawas. Antara lain, Warta Warga Bogor dan Koran Harian Radar Bogor edisi pertama.

Peringatan HPN bukan hanya menjadi milik insan pers atau orang yang bekerja di sebuah media saja. Momentum ini juga menjadi milik salah satu lembaga atau perusahaan media itu sendiri yang juga menjadi tempat di mana insan pers itu bekerja.

Ini menjadi alasan mengapa salah satu sudut pemeran foto-foto Kota Bogor di kantor PWI terdapat tampilan depan koran Radar Bogor, salah satu media yangeksis dan terbesar di Bogor hingga saat ini.

Dalam tampilan Radar Bogor pertama itu, terpampang beberapa foto, seperti Raja Dangdut Rhoma Irama yang masih sangat muda sedang manggung. Ada pula Presiden RI ke-6 yang masih sangat muda dengan judul berita ‘Yudoyono Jadi Kasad Sebelum SI’.

Juga terlihat cantiknya Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Ketua Pelaksana PWI  Perwakilan Kota Bogor, Arita Surbakti menuturkan, Bogor memang memiliki banyak media yang bermunculan.

Salah satu media yang pernah muncul yaitu Warta Warga Bogor. Baru pada 1998 muncul Harian Radar Bogor dan disusul dengan media-media lainnya. Dalam penampakan koran Radar Bogor ini, Arita mengatakan bahwa pesan yang ingin diberikan adalah media juga memiliki sejarah. Ada yang  tumbuh, mati, ada pula yang hidup segan mati pun tak mau.

“Nah, mengapa yang kami tampilkan adalah Radar Bogor, karena Radar Bogor menjadi media yang eksis sampai saat ini. Terbesar, menjadi salah satu ikon Bogor, serta menjadi kebanggaan warga Bogor, itu diakui. Termasuk saya salah satu warga Bogor,” ungkapnya.

Ia juga ingin masyarakat yang berkunjung ke pameran untuk mengetahui bagaimana tampilan media zaman dahulu yang ada di Bogor dan masih eksis sampai saat ini. Meskipun saat ini juga memiliki edisi online karena mengikuti perkembangan zamannya.

“Sekarang Radar Bogor sudah sangat dewasa, menjadi media terbesar dan menjadi leader media lain. Walaupun kompetisi bisnis tetap jalan, tapi insan pers dan pertemanan antarmedia lain pun berjalan dengan baik,” tandasnya.(*/c)

Komentar Anda

Baca Juga