Beranda Olahraga All Sport

Aturan Servis Tidak Fair

BERBAGI
KUALITAS: Marcus Fernaldi Gideon berusaha melakukan smash.

JAKARTARADAR BOGOR, Pebulu tangkis putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon ikut buka suara terkait peraturan servis baru yang rencananya akan diterapkan di All England 2018, hari ini (3/3).

Sesuai ketentuan Federasi Bulu Tangksi Dunia (BWF), para pemain nantinya harus melakukan servis dengan ketinggian maksimal_1,15 meter dari permukaan lapangan. Aturan ini sudah menjadi polemik di kalangan para pebulu tangkis top dunia.

Marcus menilai, dengan aturan baru tersebut, BWF semestinya menyediakan alat bantu yang cukup canggih agar pengukuran tinggi servis bisa lebih objektif.

“Karena setiap pemain pasti lihatnya beda-beda. Kalau ada pemain yang matanya silinder, pasti nanti lihatnya goyang-goyang. Harusnya ada alat bantu,” ujar partner Kevin Sanjaya Sukamuljo itu.

Marcus merinci, ada baiknya BWF menyediakan sensor yang bisa mendeteksi apakah servis yang dilakukan nanti melanggar atau tidak.

“Harusnya kalau BWF mau, mereka harus punya_sensor agar pemain bisa melakukan impact lurus. Kalau hanya seperti ini_ya tidak fair,” katanya.(isa/JPC)

Komentar Anda