Beranda Olahraga Arena

Rivalitas Panas

BERBAGI
ANGEL ALFREDO VERA

SAMARINDA–RADAR BOGOR, Persebaya Surabaya akan bertemu Arema FC pada laga semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018. Persebaya menjadi juara grup B setelah mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Batakan, Balikpapan, Rabu malam (28/2).

Sementara itu, Arema adalah runner-up grup A. Semifinal digelar di Stadion Segiri, Samarinda, hari ini (2/3). Selain duel sengit Persebaya kontra Arema FC, satu partai lainnya mempertemukan juara bertahan Borneo FC melawan Sriwijaya FC.

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera tidak memedulikan siapa lawan di semi final. ”Siapa pun lawannya kami siap. Kami akan tetap bermain dengan baik untuk menang,” kata pelatih asal Argentina itu.

Pelatih Arema Joko ”Gethuk” Susilo berharap laga melawan Persebaya berlangsung dalam atmosfer yang kondusif.

”Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sepak bola itu harusnya menjadi alat pemersatu. Semoga mereka (suporter Persebaya dan Arema, red) bisa duduk berdampingan di stadion untuk mendukung tim masing-masing,” tuturnya.

Winger Persebaya Oktafianus Fernando sangat antusias menyongsong laga melawan Arema. Dia berharap dukungan Bonek tetap dalam koridor yang positif.

”Mereka selalu ada di mana pun Persebaya bertanding. Tentu saya ingin Bonek men-support kami dengan cara tetap kondusif,” katanya. Panitia Piala Gubernur Kaltim menyiapkan pola pengamanan khusus untuk laga Persebaya melawan Arema.

Personel keamanan ditambah. ”Kami menyiapkan tribun untuk suporter. Rencananya, Bonek kami arahkan ke tribun utara. Untuk Arema di tribun selatan,” jelas Ketua Pelaksana Samarinda Herry Hasan.

Sementara itu, dua gol kemenangan Persebaya atas Sriwijaya FC dicetak Fandi Eko Utomo pada menit ke-46 dan Osvaldo Haay (62’). Meski mengawali laga dengan komposisi tanpa pemain asing, Green Force –julukan Persebaya– mampu menguasai pertandingan.

Di sisi lain, Sriwijaya juga menyimpan sejumlah pemain pilar. Kerja sama antarlini Persebaya sangat solid.

Lini belakang yang dikomandani Fandry Imbiri dan Rachmat Irianto sangat disiplin mengawal serangan yang dibangun Sriwijaya. ”Saya harap kami akan selalu bermain seperti ini. Tentu ini menjadi modal di semifinal nanti,” ujar Alfredo.

Kubu Sriwijaya mengakui keunggulan Persebaya. ”Persebaya bermain sangat lepas, sangat variatif, dan pergerakannya sulit diantisipasi. Kami terbawa ritme permainan mereka,” ucap pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan.

Terus ditekan Persebaya tidak berarti tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tak melakukan perlawanan. Beberapa kali Sriwijaya juga melakukan serangan balik. Empat peluang juga gagal dimanfaatkan menjadi gol.

Finishing dan ketajaman lini serang akan menjadi bahan evaluasi Rahmad. (nia/rid/c9/ca)

Baca Juga