Beranda Metropolis

Kolaborasikan Kesenian, Libatkan Banyak Sanggar

BERBAGI
TAMPILKAN KESENIAN: Salah satu sanggar yang dilibatkan dalam perayaan Cap Go Meh pada 2013 lalu.

BOGOR-RADAR BOGOR, Berbagai instansi dilibatkan dalam pelaksanaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2018 hari ini (2/3). Salah satunya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

 

Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Pemkot Bogor mengerahkan beberapa sanggar seni yang ada di Kota Hujan untuk turut memeriahkan Bogor Street Festival CGM 2018.

 

Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi menjelaskan, pihaknya memang sudah menjalin kerja sama dengan banyak sanggar di Kota Bogor. Maka, menurutnya, pelaksanaan Bogor Street Festival CGM kali ini tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya yang mengerahkan sekitar 10 sanggar seni.

 

“Sekarang kita ada sanggar Bagaskara untuk pembukaan. Ada dua kegiatan, di panggung dan di jalan. Kalau di jalan ada helaran,” jelasnya kepada Radar Bogor.

 

Sedikitnya ada tiga sanggar yang akan dikerahkan Disparbud Kota Bogor untuk ikut helaran di Jalan Suryakancana saat pelaksanaan CGM. Sementara, ada tujuh sanggar asal Kota Bogor yang akan mengisi acara di dua panggung berbeda di Jalan

 

Suryakancana. Satu panggung di depan Hotel 1O1, satu lainnya tepat di depan Harmoni Musik Jalan Siliwangi. Tak hanya itu, ada juga beberapa penampilan tambahan dari komunitas jalanan.

 

Salah satu yang dihadirkan oleh Pemkot Bogor, antara lain, grup musik Oncom Hideung. Grup musik  tersebut dipilih lantaran dirasa sudah mendarah daging dengan warga Kota Bogor.

 

“Ada juga bintang tamu dari luar daerah. Ada dari Madura, Maluku, DKI Jakarta, dan lainlain,” bebernya.

 

Dari tahun ke tahun panitia Bogor Street Festival CGM memang kerap menggabungkan antara pertunjukan kesenian Jawa Barat dengan kesenian Tionghoa. Hal itu diyakininya bisa menggugah para wisatawan untuk lebih tertarik terhadap kegiatan yang digelar di Kota Bogor.

 

“Setiap tahun selalu mengolaborasikan antara seni Jawa Barat dengan seni masyarakat Tionghoa. Akulturasi kebudayaan ini semoga bisa menyedot wisatawan ke Kota Bogor,” kata dia.

 

Shahlan mengaku siap untuk memenuhi segala kebutuhan panitia Bogor Street Festival 2018 jika beberapa sanggar tersebut belum cukup banyak. Sebab, masih banyak sanggar yang sudah dipersiapkan tetapi menunggu perform di event CGM.

 

Tak hanya Disparbud, menurut Shahlan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Kota Bogor juga terlibat. Seperti halnya Satpol PP melakukan pengamanan, Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan lokasi, Dinas Perhubungan yang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, serta beberapa OPD

lainnya.(/c)

Komentar Anda