Beranda Female

Gigi Sensitif Umumnya Akibat Salah Teknik Menyikat Gigi

BERBAGI
ilustrasi penderita gigi sensitif

Sensasi dingin dan lumer di dalam mulut membuat es krim terasa sangat nikmat. Apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya. Tapi, bagi beberapa orang, menyantap es krim justru menyiksa. Gigi ngilu berkaitan dengan hipersensitif dentin alias gigi sensitif.

TAK peduli banyak atau sedikit, rangsangan dari pemicu pada gigi sensitif akan berakibat gigi terasa ngilu. Pemicunya banyak. Mulai yang umum seperti makanan dan minuman dingin atau panas, makanan dan minuman asam, sampai rasa manis. Atau bahkan sekadar bernapas di udara dingin.

Gigi sensitif tidak memandang usia. Kebanyakan terjadi pada usia belasan tahun ke atas. Secara umum, ada dua penyebab gigi sensitif. Yakni, erosi enamel dan resesi gusi. Enamel atau email merupakan lapisan terluar gigi. Di bawah enamel terdapat dentin. Kemudian, di dalam dentin terdapat saraf gigi. Erosi enamel berarti lapisan enamel pada gigi terkikis.

Misalnya, dampak menyikat gigi yang salah atau terlalu keras. Biasanya bagian gigi yang sering terasa sensitif adalah area dekat taring atas. Sebab, kebanyakan orang menyikat gigi terlalu keras di area tersebut.

Hal itulah yang dialami Sintia Andayani (23) salah seorang pasien gigi sensitif. Perempuan yang bekerja di salah satu bank swasta di Surabaya itu mengaku gigi depan atasnya ngilu setiap menyantap es krim atau minum air dingin. ”Kadang sangat ngilu, tapi nggak lama,” kata Sintia.

Setelah diperhatikan, dia memang kerap menyikat gigi terlalu keras dengan arah yang salah.

”Kayak tersugesti gitu, makin keras, makin bersih. Tapi, setelah itu gigi justru terasa lebih rapuh,” imbuhnya.

Ditambah, Sintia kerap mengonsumsi makanan asam dan minuman bersoda. Hal itu memang terbukti mampu mengikis enamel. Erosi enamel pun bisa berasal dari kebiasaan menggeretak gigi. ”Lapisan enamel lama-lama makin tipis, lalu membuka dentin di bawahnya.

Hal itulah yang membuat gigi sensitif terhadap rangsangan dingin,” jelas drg M. Aditya Syahputra SpKG, dokter gigi RS Mitra Keluarga Waru.

Gigi sensitif juga bisa terjadi karena resesi gusi. Gusi yang dekat dengan dentin mengalami penurunan sehingga dentin pun terbuka dan meng akibatkan saraf di dalamnya lebih peka terhadap rangsang dingin.

Resesi gusi lagi-lagi disebabkan cara menyikat gigi yang salah. Juga karena faktor usia yang membuat gusi menurun secara alami. ”Usia yang telah memasuki masa menopouse membuat gusi turun. Resesi gusi begini kerap terjadi pada penderita diabetes,” terangnya.

Pembersihan karang gigi diharapkan dapat memelihara kesehatan gigi dan mulut. Tapi tak jarang berdampak gigi menjadi sensitif. Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras akibat menumpunya sisa makanan dan minuman di dalam mulut.

Karang gigi yang tebal menutup leher gigi dan mengakibatkan gusi menjadi turun. Nah saat karang gigi dibersihkan, dentin akan terekspose. Drg Jimmy Husdi SpPerio menambahkan, resesi gusi bisa disebabkan gigi mendapat beban kunyah yang berlebihan. Contohnya, ketika ada satu gigi hilang yang tidak diganti.

Hal itu terkadang memicu perubahan atau pergeseran posisi gigi. Jadi, menurut dokter gigi RS Mitra Keluarga Waru tersebut, pertemuan gigi atas dan bawah kurang pas. Terjadinya kontak yang kurang baik itu membuat gigi menerima beban berlebih.

Yang jelas, gigi sensitif berbeda dengan gigi berlubang. Pada gigi sensitif, rasa ngilu yang ditimbulkan hanya sesaat ketika gigi menyentuh objek rangsangan.
Sementara itu, pada gigi berlubang, ngilu berlangsung cukup lama. Penyebabnya pun berbeda. Gigi berlubang disebabkan ada bakteri yang ”memakan” sisa makanan dan minuman pada gigi.

Alhasil, timbul zat asam yang mengikis enamel dan membuat lubang pada gigi. Penanganan dua kondisi itu tentu berbeda. (adn/c25/nda)

Baca Juga