Beranda Berita Utama

Ajak Swasta Kejar Puncak Dua

BERBAGI
Fadli/Metropolitan
SEPI: Kondisi Jalur Puncak II dari gerbang kawasan Sentul yang telah dibeton kini sepi dan terbengkalai.

CISARUA-RADAR BOGOR,Puncak masih menjadi tujuan wisata favorit warga Jabodetabek, bahkan Timur Tengah. Sebentar saja tanggal merah, lalu lintas di kawasan kaki Gede-Pangrango itu macet parah. Harapan sempat tertumpu pada megaproyek Jalur Puncak II, yang membelah perbukitan Sentul hingga Cianjur.

Tapi, berbagai musabab membuat mimpi itu tertunda. Kini, apa kabar Puncak Dua?

Longsor di kawasan Riung Gunung, Puncak, Cisarua, awal Februari lalu, seolah membuka mata semua pihak. Bukan hanya tebing-tebing di tepian jalan yang rawan longsor. Tanah di bawah Jalan Raya Puncak pun mulai berongga. Kondisi itu sangat membahayakan pengendara.

Meski begitu, dengan penataan yang baik, Puncak dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata sekaligus konservasi alam. Itu musabab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di era Bupati Rachmat Yasin menggagas pembangunan Jalur Puncak II, sebagai akses pengganti Raya Puncak. Sekaligus pengembangan potensi wilayah baru.

Setelah dimulai pembangunan pada 2012 silam, proyek ini terpaksa dihentikan tiga tahun kemudian. Alasannya: pemerintah pusat tak lagi menggelontorkan dana pembangunan dari APBN. Sejak saat itu pula, megaproyek mimpi ini pun dibiarkan mangkrak. Baca selengkapnya diĀ Epaper Radar Bogor hari ini

Komentar Anda

Baca Juga