Beranda Politik

Janji Kembangkan Pendidikan Pesantren­­

BERBAGI
SEMRINGAH: Ketua PCNU Kabupaten Bogor Romdon dan pengurus berfoto bersama dengan bakal calon bupati Bogor Ade Yasin di sela-sela musyawarah yang digelar PCNU Kabupaten Bogor di gedung Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Kamis (25/1).

BABAKAN MADANG–Bakal calon bupati Bogor Ade Yasin merupakan sosok yang memiliki kompetensi dan pengalaman di Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Bogor Romdon da­lam musyawarah yang digelar Pe­ngurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor di gedung Sentul Inter­national Convention Cen­ter (SICC), Babakan Ma­dang, Kamis (25/1).

Ya, persoalan sosial politik menjadi salah satu pembahasan penting dalam musyawarah tersebut. Dalam kesempatan itu, Romdon mengatakan, je­lang Pilkada Kabupaten Bogor 2018, pembicaraan terkait politik menjadi penekanan pi­haknya. Karena NU berada ham­pir di sebagian besar mas­yarakat Bogor.

”Secara institusi kami netral dalam politik. Kami politik ke­bang­saan, bukan kekuasaan. Dan, warga NU berhak menen­tukan pilihannya, siapa pun itu, sesuai dengan tingkat emo­sional, kedekatan dan pema­haman terhadap visi-misi calon pemimpin Kabupaten Bogor ke depan,” kata Romdon kepada wartawan.

Sementara, Ade Yasin menga­takan, kedatangannya dalam acara tersebut merupakan un­dangan ketua PCNU Kabupaten Bogor. ”Makanya datang ke sini. Selain itu, orang tua saya adalah mantan pengurus NU dan ibu saya mantan maklumat NU,” akunya.

Dinilai memiliki potensi untuk memimpin, Ade Yasin menga­takan, NU tentunya punya kader terbaik ketika dipercaya untuk maju dalam pilka­da. ”Tentu mereka sudah punya kader terbaik jika memajukan calon. Mereka juga yakin bahwa kader yang didorong tersebut adalah kader yang tepat. Jika me­mang saya, mudah-muda­han saya tidak mengecewakan dukungan ini,” tuturnya.

Ade Yasin berharap, dengan 70 persen masyarakat Bogor adalah warga NU, semoga menjadi gerbang aswaja di Kabupaten Bogor, yang di mana cita-citanya membawa Bumi Tegar Beriman lebih baik lagi dapat tercapai.

”Saat ini pe­merintah kurang mem­per­hatikan pendidikan pesan­tren. Padahal pesantren dan sekolah umum sama-sama memajukan kecerdasan bangsa. Saya rasa ini harus mendapatkan per­hatian dari pemda,” katanya.

Ia pun mengaku saat ini pihaknya sudah mulai me­lakukan hitung-hitungan terkait pembangunan pendi­dikan di pesantren.(ded/*)

Komentar Anda

Baca Juga