Beranda Berita Utama

Perawat Cabul Dipecat


VIRAL: Video pasien rumah sakit yang menjadi korban pelecehan seksual oknum perawat di Surabaya, viral di media sosial.

SURABAYA–Tindakan tak terpuji dilakukan oleh oknum perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit di Surabaya NH. Perawat bernama Junaidi ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya, WD (30) warga Jalan Sukomanunggal Indah.

Parahnya, tindakan asusila tersebut dilakukan pada saat korban dalam masa penyem­buhan usai operasi.

Kasus pelecehan seksual terse­but terjadi pada Selasa (23/1). Namun, aksi tersebut diketahui setelah viral di media sosial (medsos) pada Rabu (24/1). Sebab, ada salah satu anggota keluarga korban yang merekam saat korban WD terlihat mema­rahi oknum perawat tersebut sambil terus menangis.

Dalam rekaman yang berdurasi sekitar dua menit tersebut terlihat korban meminta agar oknum perawat Junaidi untuk mengakui perbuatannya. Sebab, korban merasa dilecehkan dengan memegang payudaranya, pada saat WD sedang dalam masa pemulihan.

Setelah berulangkali ditanya, perawat tersebut mengakui perbuatannya dan sempat mengaku khilaf. Bahkan untuk menyesali perbuatannya, dia sempat meminta maaf dengan menyalami tangan korban dan juga anggota keluarga korban. Namun, video tersebut akhirnya viral hingga anggota dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes pun bertindak.

Bermodalkan video viral tersebut, polisi mendatangi rumah sakit NH. Mereka melakukan pemeriksaan awal terhadap kasus tersebut. Setelah pertemuan tersebut, korban akhirnya melaporkan kasus pelecehan seksual tersebut.

Kemudian pada Kamis (25/1), sekitar pukul 01.00, korban didampingi oleh suami dan pengacara terkenal tersebut mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Setelah membuat laporan tersebut, korban lantas dibawa ke ruang PPA Saterskrim Polrestabes Surabaya.

“Kami melaporkan kasus pele­cehan yang dialami oleh istri saya, (WD, red) yang dilakukan oleh oknum perawat RS NH,” ung­kap suami sekaligus penga­cara korban, Yudi Wibowo Sukinto.

Yudi menegaskan tidak terima dengan kelakuan oknum perawat tersebut. Sebab, tindakanya tersebut sangat melecehkan kehormatan istrinya. Apalagi, hal itu dilakukan saat kondisi istrinya sedang lemah usai menjalankan operasi di kandungannya. “Saya menye­salkan kejadian yang menimpa istri saya,” terangnya.

Yudi mengatakan, saat kejadian pelecehan tersebut, ia memang tak ada di rumah sakit. Tetapi di rumah untuk pulang sebentar usai menunggu istrinya operasi. Selain itu, pada saat di ruang pemulihan istrinya memang tak bisa dijenguk untuk sementara waktu.

“Saya kaget ketika malam ditelepon jika istri saya meng­alami pelecehan seksual,” papar mantan pengacara terdakwa kasus sianida, Jessica ini.

Kemudian dia datang dan menanyakan kepada istrinya, saat itu WD sudah menangis dan stres. Dia mengaku jika Junaidi telah melakukan pelecehan tersebut sebanyak tiga kali. Modusnya, sebelum meraba payudara WD, Junaidi sempat menanyakan alamat kepada korban.

“Saat itu, memang kondisi istri saya tak mengenakan pakaian, sebab habis operasi,” terangnya.

Dia menegaskan, meski pelaku sudah meminta maaf, pihaknya akan tetap melanjutkan kasus ini ke polisi. “Bukan berarti kalau sudah minta maaf, kasus pida­nanya berhenti,” tegas Yudi.

Menanggapi hal itu, Kapol­restabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya kasus pelecehan seksual tersebut pihaknya mendatangi RS NH. Pihaknya ingin meng­onfirmasi kebenaran dari video yang beredar tersebut.

“Setelah kami mendatangi rumah sakit, dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, ternyata kasus pelecehan tersebut benar adanya. Langkah selanjutnya, kami akan mengusut kasus ini sampai tuntas,” ungkap Kombes Pol Rudi. (yua/rus)

Baca Juga