Beranda Ekonomi

Tujuh Karakter Perusahaan (Bisa) Hebat

Mohamad Cholid
Certified Business & Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching

Perusahaan ibarat makhluk hidup yang memiliki karakter, kemampuan ditumbuhkan, harus kuat menghadapi tantangan perubahan, bisa pula “punah” alias hilang dari peredaran karena salah urus atau “hidup alamiah”, dan seterusnya.

Tidak ada jaminan perusahaan besar dan sudah berhasil menguasai pasar (bahkan kelas dunia) akan hidup panjang. Anda tentu sudah tahu kasus Eastman Kodak, misalnya, karena menajemen menolak pembaharuan dan inovasi, merasa nyaman dengan sukses selama ini, akhirnya gulung tikar. Nokia yang hebat itu pun pingsan –disebut demikian– karena belakangan terdengar kabar mau dihidupkan lagi.

Kalau ditelisik lebih jauh, banyak perusahaan, termasuk di sekitar kita, tidak berumur panjang karena bos/pemilik dan pengelolanya sudah merasa hebat, “kan sudah sukses,” kata mereka, lalu menolak belajar lagi.

Peluang melakukan perbaikan terus-menerus mereka abaikan. Akibatnya, mereka masuk “album kenangan” – minimal hidup susah, cash flow seret, karyawan dikurangi.

Kasus Kodak dan per­usahaan-perusahaan lain di negeri ini yang akhir­nya tutup, merupakan peringatan agar kita lebih bijak mengelola usaha. Agar bersedia membuka hati dan pikiran untuk terus belajar meningkatkan kompetensi.

Untuk pembelajaran, kita cermati apa saja ciri-ciri perusahaan yang bagus dan dapat menjadi hebat. Berdasarkan riset, wawancara, dan penggalian data selama lima tahun terhadap 28 perusahaan, Prof Jim Collins dan tim menyimpulkan, ada tujuh karakter perusahaan-perusahaan yang berhasil menjadi hebat, lebih dari sekadar bagus. Semua tertulis dalam buku Good to Great (2001).Tujuh karakter tersebut adalah:

1. Dipimpin oleh CEO, presiden direktur, dengan kualifikasi level 5 leadership. Mereka orang-orang yang sangat rendah hati, memiliki semangat kerja dan belajar luar biasa, berbuat sebaik mungkin demi memajukan perusahaan.

2. Seleksi tim berdasarkan kesamaan sikap/pandangan (first who, siapa dia), apakah dapat sepaham dengan kita, lalu kita tentukan apa yang dapat kita lakukan bersama. Orang-orang dengan kriteria demikian biasanya akan ikut bertahan menghadapi perubahan.

3. Menghadapi fakta dan kenyataan sepahit apa pun, dengan tetap gigih berupaya bangkit, bukan berangan-angan.

4. Menerapkan hedgehog concept (konsep landak) tiga lingkaran saling mendukung –menghasilkan produk/jasa terbaik, melakukannya dengan passion, dan hasil ekonominya memuaskan– sebagaimana sudah diceritakan dalam tulisan sebelum ini.

5. Melaksanakan budaya disiplin, bukan berarti keras dan kaku. Ada keleluasaan, tapi setiap orang diminta mampu memenuhi tanggung jawab sampai tuntas.
6. Memanfaatkan teknologi untuk akselerasi pertumbuhan, dalam lingkup tiga lingkaran hedgehog concept.

7. Melakukan transformasi dengan langkah-langkah terukur, para pemimpin memberikan contoh konkret hasil kerja bagi tim. Perubahan/peningkatan kinerja dilakukan dengan tindakan nyata, bukan dengan pidato atau motivator yang menggebu-gebu.

Motivasi tim bangkit karena melihat contoh prestasi kerja atasan mereka.

Bagaimana kondisi perusahaan Anda sekarang, jika belum dapat memenuhi ketujuh karakter tersebut, apakah sudah ada upaya menuju ke level tersebut? Atau barangkali sudah memiliki dua atau tiga karakter di antaranya?

(www.nextstageconsulting.co.id,
untuk konsultasi silakan kontak 085280538449).

Baca Juga