Beranda Ekonomi

Bank Syariah Mandiri Tebar Beasiswa, Gandeng IPB, Salurkan Rp1,9 Miliar

SIMBOLIS: Rektor IPB Arif Satria (ketiga dari kanan) menerima program beasiswa untuk mahasiswa.

Bank Syariah Mandiri dan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSM Umat) menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).

Sebagai bentuk kepedulian, Mandiri Syariah pun menye­rahkan beasiswa crash program senilai Rp100 juta. Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari mengatakan, ISDP merupakan program beasiswa kepada mahasiswa berupa pemberian uang saku, SPP, pembinaan spiritual, dan permodalan. Termasuk, pela­tihan atau magang kewira­usahaan serta pendampingan usaha.

Program senilai Rp1,9 miliar untuk 25 mahasiswa terpilih tersebut, bertujuan mencetak wirausahawan muda yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat.

“ISDP merupakan fokus Mandiri Syariah dalam me­ningkatkan kualitas pendidikan. Melalui program ini, diharapkan lahir para pemuda yang mandiri dan bisa berwirausaha dengan segala keterampilan yang dimilikinya,” kata Toni melalui siaran pers.

Rektor IPB Arif Satria mengungkapkan, dukungan Bank Syariah Mandiri berupa musala selama ini telah dinikmati oleh mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi program ISDP yang diinisiasi Bank Syariah Mandiri,” katanya.

Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah menambahkan, ISDP bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai bidang sociopreneur secara umum.

Rizqi menyampaikan, para penerima beasiswa dituntut mampu memberikan dampak positif, khususnya dari sisi sosial ekonomi masyarakat. “Dari segi intelektualitas, diharapkan juga dapat menciptakan dan melahirkan entrepreneur yang terampil dan mandiri,” tambah Rizqi.

Selama 2017 lalu, Mandiri Syariah melalui Laznas BSM Umat telah menyalurkan beasiswa pendidikan sebesar Rp6,02 miliar. Hingga September 2017, Bank Syariah Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp58,72 triliun.

Tumbuh 10,28 persen dibanding Rp53,24 triliun pada September 2016. Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp74,75 triliun. Tumbuh 13,30 persen, dibandingkan posisi kuartal III 2016 lalu sebesar Rp65,98 triliun.(mer)

Baca Juga