Beranda Metropolis

Bangun Jembatan Seharga Rp2 Miliar

BERBAGI
NELVI/RADAR BOGOR
PERENCANAAN: Wali Kota Bogor saat menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kemarin (23/1).

BOGOR–Sejak jauh-jauh hari sebelum memasuki 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan.

Tujuannya, antara lain, memberikan masukan pada Pemkot Bogor beberapa kegiatan di masing-masing kecamatan. Khusus di Kecamatan Bogor Tengah, sedikitnya ada 96 kegiatan yang diusulkan.

Plt Camat Bogor Tengah, M Taufik, mengatakan bahwa beberapa kegiatan tersebut merupakan hasil musrenbang dari 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Tengah. Tapi, usulan itu kembali diseleksi melalui musrenbang kecamatan untuk menyesuaikan skala prioritas Kota Bogor.

“Diprioritaskan yang tingkat kebutuhan masyarakatnya lebih utama. Akhirnya disepakati di musrenbang hari ini, yang diakhiri pleno oleh masing-masing bidang,” jelasnya kepada Radar Bogor usai musrenbang di kantor Kecamatan Bogor Tengah, kemarin (23/1).

Dari kegiatan-kegiatan yang diusulkan pada Pemkot Bogor itu terbagi menjadi empat bidang, antara lain, bidang fisik, ekonomi, pemerintahan, serta sosial budaya.

Salah satu kegiatan bidang fisik di Kecamatan Bogor Tengah yakni pembangunan jembatan yang menghubung­kan antara Kampung Lebaksari Kelurahan Panaragan, dengan Kelurahan Pasirjaya Kecamatan Bogor Barat. Dana yang diusulkan sekitar Rp2 miliar.

“Nanti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang membuat RAB-nya, karena secara kasatmata kami hanya menghitung estimasi biaya umum,” jelasnya.

Kemudian, untuk bidang ekonomi, Taufik membutuhkan anggaran untuk pemberdayaan para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sedangkan di bidang sosial budaya, dibutuhkan anggaran untuk mengakomodasi kebutuhan dari puskesmas dan Dinas Pendidikan.

Lalu di bidang pemerintahan digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana di kelurahan. Seperti halnya rencana rehabilitasi bangunan Kelurahan Panaragan yang juga masuk dalam musrenbang.

Taufik mengatakan, beberapa kegiatan ini tidak serta-merta muncul di tingkat kecamatan. Sebab, ada serangkaian tahapan yang dimulai dari tingkat RW. Kemudian dilakukan musrenbang di tingkat kelurahan. “Ini mengakomodasi keinginan masyarakat dalam hal pembangunan. Sehingga sinkron antara RPJMD Kota Bogor dengan keinginan masyarakat, terkait kegiatan yang akan dilakukan pada 2019,” kata Taufik.

Beberapa hari lalu, musrenbang juga dilakukan di Kecamatan Bogor Selatan. Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Baliarto mengatakan bahwa ada sebanyak 139 kegiatan.

Anggaran yang diusulkan untuk menjalankan beberapa kegiatan di Kecamatan Bogor Selatan tersebut selama 2019 mencapai Rp52 miliar. “Iya memang banyak, karena wilayah Kecamatan Selatan kan luas,” ujarnya.

Kontur wilayahnya yang tidak beraturan, membuat sebagian kegiatan dilakukan untuk membangun turap penahan tanah (TPT). Maka, anggaran yang diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan Bogor Selatan untuk kegiatan pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) sebesar Rp27,1 miliar.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga