Beranda Ekonomi

Suku Bunga Awal Tahun Tetap

BERBAGI

JAKARTA–Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) di angka 4,25 persen. Suku bunga simpanan (deposit facility) dan suku bunga pinjaman (lending facility) juga tetap, 3,5 persen dan 5,0 persen. Suku bunga tersebut efektif mulai Jumat (19/1).

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, keputusan penetapan suku bunga acuan yang tidak berubah itu mempertimbangkan perbaikan ekonomi global yang ditandai dengan kenaikan harga komoditas, terutama minyak mentah.

Perbaikan perekonomian global, terutama, terjadi di Eropa. Sementara itu, Tiongkok dan Jepang diperkirakan tumbuh melambat.

”Dari sisi domestik, BI melihat kinerja ekspor dan investasi meski konsumsi rumah tangga belum pulih,” kata Dody setelah rapat dewan gubernur. Tingkat inflasi yang berada di angka 3,61 persen tahun lalu didorong kestabilan harga volatile food. Tahun ini BI menargetkan inflasi di angka 2,5–4,5 persen.

Di sisi lain, posisi surplus neraca dagang Indonesia yang mencapai USD 11,84 miliar pada 2017 lebih tinggi daripada 2016 yang sebesar USD 8,78 miliar.

Cadangan devisa senilai USD 130,2 miliar juga masih lebih tinggi 11,68 persen daripada posisi akhir 2016 senilai USD 116,4 miliar. ”Ini merupakan posisi cadangan devisa tertinggi dalam sejarah,” ungkap Dody.

Untuk rupiah, akhir tahun lalu rata-rata nilai tukar berada di angka Rp13.335 per USD. Meski sempat melemah dan BI sempat masuk ke pasar untuk mengintervensi, Dody menilai volatilitas rupiah masih cukup aman.

Cadangan devisa yang cukup besar menjadi senjata bagi BI membuat rupiah berada sesuai dengan fundamentalnya. ”Rupiah bergerak relatif stabil dengan depresiasi sekitar 0,6 persen. Hal ini didukung aliran modal asing yang masuk ke Indonesia,” kata Dody.

Adapun capaian pertumbuhan kredit 2017 mencapai 8,35 persen. Angka itu naik bila dibandingkan dengan 2016 yang sebesar 7,87 persen. BI masih cukup optimistis mengenai pertumbuhan kredit tahun ini, yakni 10–12 persen.(jp)

Komentar Anda

Baca Juga