Beranda Metropolis

Persiapan Kebun Raya Bogor Jadi Warisan Dunia

nelvi/radar bogor
DISKUSI: Pengusulan Kebun Raya Bogor jadi warisan dunia dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Konservasi LIPI Jalan Juanda, kemarin (22/1).

Warga Kota Bogor patut berbangga. Sebab, Kebun Raya Bogor (KRB) tak lama lagi akan menjadi warisan dunia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengusulkan jantung Kota Hujan ini untuk menjadi World Heritage Site UNESCO. Tempat legendaris di tengah kota ini diyakini memiliki segudang nilai historis.

Laporan: Fikri Setiawan

Gagasan tersebut selambat-lambatnya akan terwujud pada 2020 mendatang. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmo­nowati mengaku akan mengusulkannya ke UNESCO pada akhir bulan ini.

“Jika sudah diusulkan, UNESCO akan mengecek semua dokumen. Jadi, harus mengendap setahun dulu sebelum masuk nominasi. Ditargetkan 2020 dapat terwujud,” jelasnya dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Konservasi LIPI Jalan Juanda, kemarin (22/1).

Ia meminta komitmen semua elemen yang terlibat, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Tak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, keindahan alam KRB juga menjadi salah satu faktor tambahan untuk mendukung KRB menjadi warisan dunia.

Selain itu, Enny juaga meminta dukungan Pemkot Bogor, terutama komitmen berupa rancangan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tidak mengubah zonasi dari KRB. Selan­jut­­nya mem­buat peraturan daerah (perda) yang mengatur mengenai transportasi, serta pedagang kaki lima (PKL).

“Saya setuju apa yang dikatakan pak Wali, jadi tidak hanya disiapkan di dalamnya saja, tetapi juga di luarnya,” terangnya.

Enny menilai jika KRB resmi dijadikan warisan dunia, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik lokal dan internasional. Dengan begitu, sektor lainnya pun juga akan berkembang.

Ia mengajak kepada semua untuk mengubah paradigma bahwa Kebun Raya Bogor bukan hanya hijau dan sejuk, tetapi ada manfaat lain. Seperti manfaat tanaman untuk pengo­batan, karena di KRB terdapat tempat penelitian dan banyak ditanam tanaman obat.

“Jadi, Kebun Raya Bogor harus dijadikan public sphere atau bagaimana orang berbondong-bondong datang ke Kebun Raya untuk kegiatan-kegiatan tertentu,” pungkasnya.(/c)

Baca Juga