Beranda Metropolis

Proyek Transmart Berlanjut, Bangun Apartemen dan Condotel

Nelvi/radar bogor.
KEMBALI DILANJUTKAN: Sempat terhenti, pembangunan Transmart yang berada di Jalan KH Abdullah Bin Nuh kembali dilanjutkan, kemarin (19/1).

BOGOR–Setelah menyelesaikan izin mendirikan bangunan (IMB) pusat perbelanjaan, pihak Transmart rupanya juga berencana membangun apartemen dan condotel di lokasi yang sama. Sedikitnya ada enam rumah yang bakal terkena gusur, efek dari pembangunan tiga gedung yang saling terintegrasi di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor itu.

Kepala Bidang Perizinan Pemanfaatan Ruang pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Rudy Marsudi mengatakan bahwa di lokasi tersebut akan dibuat kawasan yang terdiri atas pusat perbelanjaan, mal, dan apartemen.

Namun, belum semua ber-IMB lantaran akan dibangun secara bertahap. “Memang, condotel dan apartemennya belum mengajukan IMB,” ujarnya kepada Radar Bogor akhir pekan lalu.

Hingga kini pihaknya baru mengeluarkan IMB untuk pusat perbelanjaan, sesuai dengan gedung yang saat ini sedang dibangun atas nama Johanes Karundeng. Namun, analisis dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas kawasan tersebut sudah rampung semua. “Yang diajukan (IMB) baru pusat perbelanjaannya saja. Makanya, yang baru dibangun pusat perbelanjaannya saja,” terang Rudy.

Sementara itu, Camat Tanahsareal Asep Kartiwa membenarkan terkait pembangunan tiga gedung yang saling terintegrasi di wilayahnya itu. Menurutnya, akan ada beberapa warganya yang kena relokasi. Sebab, kata Asep, masih ada beberapa rumah tepat di bagian belakang gedung Transmart yang sudah naik dua lantai itu. “Iya, satu paket itu. Akan ada yang relokasi beberapa rumah,” singkatnya.

Terpisah, Ketua RT 05/04 Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanahsareal, Ace Suhandi menjelaskan bahwa dari enam rumah yang lahannya dibebaskan, hanya empat rumah yang direlokasi. Sedangkan sisanya membeli tanah sendiri di tempat lain.

Empat KK itu akan direlokasi ke RW 08 Kelurahan Cibadak sesuai kesepakatannya dengan pihak Transmart. “Yang empat relokasi, yang dua beli tanah di tempat lain. Jadi, sudah ada MoU dengan pihak Pak Johanes, terima kunci. Tapi, relokasi beres baru 70 persen,” katanya.

Enam rumah di RT 05/04 itu memang berbatasan langsung dengan gedung yang sekarang sedang dibangun. Untuk membebaskan lahannya, dihargai Rp13 juta per meternya.

Mengenai dua gedung susulan yang bakal dibangun, Ace menyayangkan bahwa pihak Transmart belum meminta izin secara formal ke warga. Meski demikian, dia sadar betul terkait instruksi Presiden Jokowi untuk menghilangkan izin HO. “Belum ada izin tertulis juga ke warga. Sekarang kan HO dihilangkan oleh Presiden Jokowi,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah dihentikan pemba­ngunannya selama empat bulan karena tak berizin, proyek Transmart kembali dilanjutkan. Pantauan Radar Bogor, pekerja sudah mulai hilir mudik di proyek yang berlokasi di tepian Jalan KH Abdullah Bin Nuh tersebut. IMB-nya sudah keluar pada 18 Desember 2017. “Sudah lengkap izinnya. Baik itu Amdal lalin dari pemerintah pusat dan peraturan teknis dari dinas,” kata Rudy.(fik/c)

Baca Juga