Beranda Ekonomi

Pine Garden Olympic City Laris

BERBAGI
BANGGA :Vice President Olympic Development, Imelda Fransisca memperlihatkan maket proyek.

BOGOR–Central Business District (CBD) Olympic City dimulai dengan pembangunan hunian Pine Garden berkonsep go green di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor. Vice President Olympic Development, Imelda Fransisca menuturkan, penjualan unit Pine Garden hingga saat ini menjadi pilihan konsumen dan laris terjual.
Sejak peluncuran marketing gallery hingga akhir pekan lalu, unit Pine Gardn sudah banyak dipesan. “Reserved sampai 60 persen,” terang Imelda kepada Radar Bogor, akhir pekan kemarin.

Hunian bertipe land house ini menjadi pilihan utama masyarakat karena berada di lokasi strategis. Mayoritas yang terjual adalah unit besar yakni tipe 79/106, dengan posisi favorit di hock atau sudut.

Selain itu, ada dua tipe lain yakni 57/72 dan 65/84 yang seluruhnya merupakan rumah dua lantai. Mayoritas pembeli masih berasal dari Jabodetabek. “Kami berharap kuartal I habis, tak hanya tahap pertama, seluruhnya bisa terjual habis,” ucap Imelda.

Terkait harga, sejak awal Januari lalu, dibandingkan harga opening naik kisaran 5–10 persen. Saat opening harga dibanderol mulai Rp700 jutaan, mulai awal Januari lalu sudah Rp800 jutaan per unit.

Pada pembangunan tahap pertama ini, direncanakan akan ada sekali lagi kenaikan harga, yang tidak berbeda dengan sebelumnya yakni kisaran 5–10 persen. “Masih tahap proses pem­bongkaran bangunan lama,” katanya.

Ia memperkirakan, paling lama atau pada bulan April sudah dapat dilakukan pembangunan. Pine Garden sendiri merupa­kan bagian dari kawasan CBD yang dibangun di atas lahan 25 hek­tare milik Olympic. Seluas 60 persen dari lahan komersial akan digunakan untuk hunian atau perumahan.

“One stop living dengan semua fasilitas ada dan akan terintegrasi,” ungkap Imelda. Perumahan juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti perkantoran, sekolah hingga rumah sakit. Juga menyediakan pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen. ”Kelebihan lain yang kami tawarkan adalah lokasinya yang strategis. Akses lalu lintas cukup luas dan akses tol yang sangat dekat,’’ ucap Imelda.

Sesuai dengan bisnis awal Olympic yang erat dengan furnitur, nama-nama cluster di kompleks ini pun tak lepas dari nama-nama pohon maupun kayu.(mer/c)

Komentar Anda

Baca Juga