Beranda Metropolis

Lebih Dekat dengan Kajari Kota Bogor Yudi Indra Gunawan

BERBAGI
WAWANCARA: Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Yudi Indra Gunawan saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Menjadi orang nomor satu di Korps Adhyaksa di Kota Hujan menjadi tantangan tersendiri bagi Yudi Indra Gunawan. Terlebih, pria kelahiran Jakarta ini baru saja menduduki jabatan itu sejak tiga bulan lalu. Yudi pun siap menjalankan amanah sebagai kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor dengan sebaik-baiknya. Seperti apa sosok pria yang hobi membaca itu?

Laporan: Usman Azis
Hidup di lingkungan keluarga berpendidikan, anak pertama dari empat bersaudara ini terbentuk menjadi pribadi yang serba ingin tahu. Hal itulah yang membawanya sangat menggemari buku-buku tentang politik dan sejarah.

“Saya anggap sejarah sangatlah penting. Terutama dalam merancang dan memprediksi masa depan. Karena itu, negara yang kuat adalah negara yang sadar akan sejarah,” kata Yudi saat ditemui Radar Bogor di kantornya, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, belum lama ini.

Pengetahuannya mengenai wawasan sejarah dan kebangsaan sempat membawa Yudi yang saat itu menjadi mahasiswa Universitas Pancasila tertarik pada organisasi pergerakan mahasiswa di eranya. “Hanya ikut gabung aksi dan diskusi saja. Setidaknya pernah rasakan pedihnya gas air mata,” katanya.

Dari meja-meja diskusi kemahasiswaan itu, Yudi mulai terampil berkomunikasi dan bergaul. Maka, usai menyelesaikan studinya, Yudi memilih mendaftarkan diri sebagai volunter atau sukarelawan yang bertugas sebagai asisten penuntut umum. Tak hanya itu, Yudi juga pernah menjadi pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Kemudian di era 2000-an, Yudi mulai merasa penting untuk beralih ke pilar hukum lainnya. Karena sudah merasakan menjadi seorang pengacara, pada awal pendidikannya, Yudi mulai mengikuti pendidikan dan pembentukan jaksa.

Setelah lulus, ia mendapat penugasan di Jakarta Barat lalu dipercaya menjabat kasi intel di Bekasi, kasi pidsus di Depok hingga bertugas di Kejaksaan Agung. “Waktu di Depok saya dijadikan liaison officer (LO) untuk berkomunikasi, koordinasi dengan DPR saat itu. Khususnya pada komisi III,” tukasnya. Yudi juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Simpang Ampek, Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Bagi Yudi, tugas negara harus dipatuhi dan dijalani sebaik mungkin. Selain menguji adrenalinnya dalam memimpin, dia juga mengaku banyak mendapat pelajaran hidup saat berada di level pimpinan tertinggi.

“Yang saya pelajari, kultur budaya masyarakat memiliki corak berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dalam konteks itu, saya selalu melihat, mana domain hukum adat dan hukum negara. Sehingga penerapan hukum tetap tegas dan terjauh dari benturan,” kisahnya.

Karenanya, dalam perjalanan kariernya di kejaksaan, Yudi tak pernah mengalami teror maupun intimidasi. Padahal, beberapa kasus rentan bentrokan tak terlewat olehnya saat dirinya menjadi kepala kejaksaan.

Terlebih saat di Pasaman Barat, Yudi mengungkap delapan kasus korupsi yang melibatkan para oknum pejabat. “Intinya adalah keadilan. Dengan menempatkan keadilan dalam prioritas kebijakan kita, maka saya yakin para pencari keadilan akan menerima hingga tak ada reaksi yang merugikan kita,” tuturnya.

Soal memimpin, Yudi patut dijadikan contoh. Sebab, dia menjadi teladan dan mendorong anak buahnya untuk giat bekerja serta disiplin. “Prinsip saya jika sudah menjadi seorang jaksa, maka posisikan kita sebagai prajurit yang disiplin hingga siap segala-galanya,” tegasnya.

Yudi menyadari kesuksesan yang diraihnya tak terlepas dari dukungan keluarga. Meskipun lebih banyak waktu dihabiskan untuk pekerjaannya dari pada dengan keluarga.
“Saat-saat tertentu saya pasti luangkan waktu saya untuk keluarga. Seperti ada event maupun libur Sabtu dan Minggu. Walaupun, tugas sebagai seorang jaksa menjadi prioritas,” kata ayah empat anak itu.

Selain itu, cara Yudi melakoni profesinya sebagai jaksa juga sangat dipengaruhi pesan moral orang tuanya yang selalu diingat yakni agar mengabdi tanpa melihat hasil.

“Pesan orang tua saya, laksanakan tugas sebagai suatu pengabdian. Bukan untuk mencari kesejahteraan. Dengan pengabdian tulus maka kesejahteraan mengikuti,” kenangnya.

Itulah sebabnya, Yudi mampu memboyong beberapa jabatan strategis di intitusi hukum ini. Antara lain, koordinator Kepri Tanjungpinang, Kepala Bagian Tata Usaha Umum dan Pimpinan Pada Biro Umum Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung RI serta kini dipercaya menjadi pucuk pimpinan di Kejari Bogor sejak Oktober 2017 lalu.

Belum lama dijabat Yudi, Kejari Kota Bogor dinobatkan sebagai kejaksaan negeri terbaik dalam hal penyelamatan kerugiaan negara terbesar. Sebab mampu mengembalikan kerugian negara hingga Rp24 miliar. Selain itu peringkat kedua dalam penanganan kasus terbanyak tindak pidana korupsi. (/c)

Komentar Anda

Baca Juga