Beranda Berita Utama

Mustafa ”Debu” Pindah ke Sukajaya

KELIK/RADAR BOGOR
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi (kanan) menghadiri tasyakuran pembangunan 99 miniatur masjid dunia di Sukajaya, kemarin (20/1).

BOGOR–Ribuan warga memadati perhelatan tasyakuran pembangunan 99 miniatur masjid dunia, di bukit Pasir Gocap, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/01).

Di bawah rintik hujan dan angin kencang yang sesekali datang, mereka tetap antusias mendengarkan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi terkait kelanjutan proyek menjadikan Bumi Tegar Beriman sebagai pusat sejarah Islam.

“(Pembangunan 99 miniatur masjid) ini adalah hasil istikarah dan disetujui di Sukajaya, Alhamdulillah. Pemerintah daerah mendukung semua,” kata Ade Ruhandi pada pidato pembukaannya.

Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu mengatakan, setelah ditetapkan lokasi pembangunan di Sukajaya, maka pemda menyambut baik dan mengajak muspida untuk bersama-sama bahu-membahu mewujudkan kawasan wisata religi tersebut. Pemda bersama TNI membabat alas membuka jalan, melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), menggunakan dana APDB Kabupaten Bogor.

“Kami membuka jalan desa, dari Pasir Madang, Kiara pandak, kami hormat pada TMMD TNI yang membangun jalan ini,” ucapnya.

Jaro Ade juga memastikan keberadaan kawasan tersebut harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Mulai dari ketersediaan lahan permukiman, kantor kecamatan dan muspika, rumah sakit, hingga perguruan tinggi.

“Kami juga sangat mengutamakan para kyai dan ustaz serta pesantren di kawasan ini agar bisa berkembang,” tuturnya.

Syukuran ini juga dihadiri perwakilan investor asing diantaranya dari Qatar, Yordania, dan Saudi Arabia. Tampak hadir pula band Debu yang menghibur para tamu dengan sejumlah lagu bernuansa islami. Vokalis Debu, Mustofa, mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjadi tuan rumah pembangunan 99 miniatur masjid dunia. Dia bahkan menyampaikan keinginannya pindah ke Sukajaya agar bisa terlibat langsung dalam pembangunan proyek 99 miniatur masjid tersebut.

“Menurut saya itu amanah yang Allah kasih yang sungguh luar biasa. Dan Insya Allah akhir tahun ini, 2018 saya sudah pindah lokasi di sini. Untuk menetap di sini. Biar kita mulai membangunkannya, mulai dari dzikir dulu, belajar sama masyarakat bareng-bareng. Dan memberi kesadaran kepada masyarakat bahwa ini tempat istimewa. Toh ini akan dikunjungi oleh masyarakat seluruh dunia,” ungkapnya.

Mustofa tidak masuk dalam struktur yayasan tapi tidak pernah melarang personil Debu untuk terlibat. Debu juga ikut berperan dalam menggerakkan orang-orang untuk perduli terhadap rencana besar tersebut.

Dia juga mengapresiasi antusias masyarakat setempat yang berbondong-bondong datang dan menjadi saksidalam syukuran kemarin. “Luar biasa. Saya sangat senang sekali, ditambah lagi ada unsur-unsur budaya Indonesia-nya. Karena justru disitu keistimewaan Islam yang ada di Indonesia. Kita jangan disamakan dengan yang lain. Islam itu belajar pasrahkan diri sama Allah, sedangkan Indonesia dari dulu para aulia, para walisongo, dan lain-lain selalu menyebarkan Islam melalui kesenian,” tambahnya.

Peninggalan sejarah dari Nabi Ibrahim AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW terekam di Mekkah. Sedangkan dari Nabi Muhammad sampai sekarang, sejarah Islam banyak di seluruh dunia tapi tidak ada satu tempat yang melestarikan semuanya. “Bogor-lah yang akan menjadi pusat sejarah Islam seluruh dunia,” tutupnya.(ric)

Baca Juga