Beranda Traveling

Berlibur ke Hobart, Ibu Kota Negara Bagian Tasmania

BERBAGI
FOTO-FOTO: DWIARDI VERGIAWAN FOR JAWA POS
OTENTIK: Suasana di Kota Hobart. Kota ini kecil, tapi punya banyak hal yang bisa memikat wisatawan. Seni jalanan hingga kelas dunia, sejarah dan arsitektur kolonial, sampai keindahan alamnya yang memesona.

Sydney Opera House, Yarra Valley, dan Dreamworld di Gold Coast. Umumnya, tiga tempat itu selalu ada dalam daftar destinasi yang harus dikunjungi kalau pelesir ke Australia. Tapi, tak ada salahnya membuat rencana perjalanan Anda sedikit berbeda. Terbanglah ke Hobart dan nikmati kecantikan ibu kota Negara Bagian Tasmania itu, seperti yang saya lakukan.

HOBART ini lengkap. Kita bisa menikmati keindahan laut, gunung, peninggalan sejarah, dan karya seni serta merasakan budaya lokal. Kita akan melihat Australia dari sisi yang berbeda jika datang ke sini. Banyak tempat yang bisa dikunjungi, tapi dalam tulisan ini saya memilih tiga tempat yang bisa jadi referensi untuk traveler.Sabtu sejak 45 tahun lalu. Rata-rata barang yang tersedia adalah kerajinan tangan, karya seni, dan barang kebutuhan sehari-hari. Itu menjadi daya tarik utama wisata Kota Hobart. Wisatawan asing seperti saya bisa sekaligus ikut merasakan menjadi orang lokal di sini.

Untuk sampai ke Salamanca Market, saya berjalan kaki dari tempat tinggal di pusat kota. Cukup dekat. Kurang lebih 15 menit. Pasar itu berada di dekat dermaga utama Kota Hobart dan sangat mudah dijangkau.

Selain memuaskan mata dan hasrat berbelanja, pengunjung bisa menikmati hiburan dari musisi-musisi jalanan. Atraksi busking itu juga menjadi bagian yang menarik perhatian pengunjung dan wisatawan.

Pagi itu, saat saya berkunjung, ada empat band yang sedang menyuguhkan harmoni indah dari berbagai instrumen musik seperti gitar, selo, baritone, flute, saksofon, dan lain sebagainya. Suhu pagi hari di musim panas waktu itu 16 derajat celsius dan cukup berangin. Saya memutuskan untuk membeli topi rajutan berbentuk Tasmanian devil, hewan khas yang hanya dapat ditemukan di pulau ini.

Kerajinan lokal seperti lilin pewangi ruangan, hiasan gantung, pakaian, dan perhiasan etnik juga menarik minat banyak pembeli. Tidak ketinggalan, buah dan sayuran segar yang diproduksi lokal seperti bit, ceri, dan apel. Buah dan sayuran produksi Tasmania memiliki kualitas premium dan menjadi langganan ekspor.
Rampung berbelanja, saya membeli makanan yang dijual di sana. Jangan khawatir kelelahan atau tidak bisa bersantai karena banyak sekali tempat duduk di taman sepanjang area Salamanca.

KALAU ingin berkunjung ke Hobart, saya menyarankan di bulan Januari hingga Februari. Pasalnya, musim panen bunga lavender ada di rentang waktu tersebut. Kebun lavender itu ada di Nabowla, tiga jam perjalanan dari Kota Hobart. Anda bisa menyewa satu mobil dengan biaya mulai Rp800 ribu per hari atau bisa mengikuti tur yang tersedia di Hobart Travel Centre.

Biaya masuk Bridestowe Lavender Farm adalah AUD 10 atau setara Rp100 ribu per orang. Begitu memasuki area parkir, kami melihat hamparan warna ungu yang elok membentang dengan langit biru. Jika sedang musim panen, kebun lavender itu sangat ramai pengunjung dari berbagai negara.

Ada tur gratis dengan staf pemandu yang akan menjelaskan mengenai proses tanam, panen, hingga produksi lavender selama 30 menit di setiap jam buka.
Bunga lavender yang telah dipanen kemudian diproduksi menjadi consumer goods seperti sabun, losion, lilin, teh, dan lain sebagainya.

Menurut informasi, Bridestowe Lavender Farm adalah tempat wisata yang paling sering ditandai di media sosial Instagram untuk Negara Bagian Tasmania. Memang semua titik lokasi di kebun itu sangat instagrammable.

Ada toko suvenir, booth foto, kafe, dan yang paling menarik perhatian saya adalah kedai es krim lavender! Harga satu scoop es krim AUD 5 atau Rp 50 ribu. Sungguh, rasa es krim itu membuat kunjungan saya ke Hobart semakin manis. (*)

Komentar Anda

Baca Juga