Beranda Berita Utama

Bocah Delapan Tahun Ketuk Hati Dermawan Bogor, Jahitan Terlepas, Perut Sopiah Pecah

KETUK HATI: Sofiah Putri Aulia (8), siswi kelas 3 SDN Empang 01, Kota Bogor, terbaring lemah di RS PMI Kota Bogor.

Sofiah Putri Aulia (8), siswi kelas 3 SDN Empang 01, Kota Bogor, hanya bisa tergolek lemas di atas ranjang ruang Dahlia, Rumah Sakit PMI. Sudah dua pekan ini, putri dari Sopian Kabul (39) harus menahan perih dan pendarahan. Jahitan bekas operasi usus buntunya tak membaik. Kini, seluruh isi organ perutnya keluar dan belum dapat dijahit.

Laporan: M Aprian Romadhoni

TATAPAN mata Sopian kosong. Sesekali tersadar, tangannya refleks mengusap wajah sembari menghela napas. Hari-hari­nya dua pekan terakhir habis di ka­wasan Rumah Sakit PMI Kota Bogor. Seperti tak tega semenit pun meninggal­kan sang buah hati, Sofiah Putri Aulia yang kini terbaring di ruang pera­watan.

”Awalnya anak saya ini sering menahan buang air (BAB), karena tidak mau dan tidak merasa mulas. Sudah dua minggu baru ke kamar mandi,’’ tutur Sopian, ditemui Radar Bogor, kemarin (18/1).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan di toko material kulit ini mengungkapkan, awalnya, putri semata wayangnya itu menjalani operasi usus buntu pada 27–28 Desember 2017.

Sofi –panggilan kesayangan Sofiah– diizinkan pulang pada 2 Januari 2018. Dengan catatan, Sofi wajib menjalani check up. ”Tapi, kondisinya tambah parah. Anak saya nggak mau makan dan harus diawasi terus,’’ tutur warga Kelurahan Pasirjaya RT 02/07, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ini.

Tak lama setelah itu, jahitan di perut Sofi perlahan terlepas. Menurut Sopian, jahitan tersebut basah akibat cairan yang terus keluar dari perut. Akhirnya ia memutuskan membawa Sofi ke rumah sakit, Sabtu, 13 Januari lalu.

”Kata dokter, AB-nya rendah 5,7, anak saya belum bisa dijahit. Saya kasihan, tidak tega,’’ akunya.

Keterangan medis yang diterima Sopian, ada kelainan pada usus anaknya. Selain memiliki ukuran yang tak sesuai dengan usianya, dokter menyebut ada kejanggalan lain. ”Kata dokter, usus buntu tapi sudah pecah, karena ususnya besar gak sesuai,’’ katanya. Saat ini, lanjut Sopian, putrinya hanya dirawat dan ditangani dokter gizi dan anak.

Kesedihan tampak jelas dari kerut wajah Sopian, ketika ia menceritakan kondisi rumah tangganya. Sofiah adalah putri semata wayang, buah pernikahan dengan perempuan bernama Putri Eka Sari (28).

Sejak usia Sopiah masih dua tahun, dirinya dan Putri bercerai. ”Jadi, dia memang sudah enam tahun ditinggal ibunya,’’ ungkapnya. Saat ini, Sopiah tinggal bersama ayah dan kakeknya, Ai Sukardi (68). Keluarga Sofi berharap uluran tangan dari para dermawan, setelah bocah periang itu 12 hari terbaring di RS PMI.

Penyakit yang menyerang Sopiah mendapat perhatian Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin. Kadisdik menyampaikan turut prihatin serta memberi santunan kepada Sofi. ”Kami tentunya akan support semangat ananda Sofi,’’ tukasnya.(*/d)

Baca Juga