Beranda Female

Black Toe, Gangguan “Kecil” yang Bisa Pengaruhi Performa Lari

BUTUH PEMULIHAN: Rahma Kusuma lari pagi di Stadion Patriot, Bekasi,
Sabtu (13/1). Dia pernah mengalami trauma pada kuku jari kaki.

RACHMA Kusuma (22) mengikuti ajang lari half marathon pada pertengahan 2017. Di tengah perjalanan, perempuan yang tergabung dalam CEO Runners tersebut merasakan nyeri di ujung jari kaki. Ketika itu, track-nya memang banyak turunan dan bukan jalanan beraspal. Demi mengejar waktu, Rachma memaksakan berlari. ”Ditambah sepatu yang saya pakai terlalu ngepas. Jadi, kukunya tertekan. Ketika dibuka, kuku telunjuk kaki terlihat menggelap dan berdarah,” bebernya.

Dokter Gloria Novelita, SpKK menjelaskan, black toe merupakan gambaran klinis kuku jari, terutama pada kaki, yang menghitam. Bisa dari tampilan lempeng kuku yang menggelap. ’’Atau, memang ada proses kerusakan pada lempeng kuku dan bantalan di bawahnya,’’ papar dokter spesialis kulit-kelamin dari Beyoutiful Aesthetic Clinic, Jakarta, tersebut.

Jika hanya lempengnya yang menggelap, hal itu terjadi akibat proses gesekan atau trauma kronis. Pada pelari, hal itu biasanya dipicu gesekan dengan dinding dalam sepatu yang terjadi ketika berlari, terutama pada jangka panjang. ’’Salah satu akibatnya, jaringan di sekitar kuku bengkak, ada pendarahan. Menghasilkan gambaran kuku gelap kehitaman,’’ lanjutnya.

Seharusnya, kondisi itu bisa hilang sendiri. Tetapi, jika terjadi secara kontinu, ditambah proses regenerasi kulit pada area kuku kaki yang sangat lambat, gelap kehitamannya seakan menetap.

Kemungkinan lain, permukaan lempeng kuku rusak, patah, agak menganga karena bantalannya menebal. Kerusakan itu akibat jamur. Penyebabnya, gesekan atau trauma dengan sepatu ditambah adanya peningkatan kelembapan. Selain itu, sepatu yang terlalu sempit, kaus kaki tebal, dan berkeringat pun memicu timbulnya jamur. Dampaknya, kondisi kuku menghitam disertai keru sakan pada kuku. Biasanya sebelum menjadi black toe, keluhan yang dirasakan adalah cenut-cenut serta bengkak. Pada kondisi lain, ada yang kukunya sampai terlepas ketika race.

Chia Hari janto dari IndoRunners pernah mengalaminya. Saat mengikuti Mount Rinjani Ultra 52 Kilometer, track menurun dari puncak memang curam. ’’Kaki mentok ke sepatu terus dan kebetulan kuku jari manis ini masih kepanjangan,’’ ujarnya.

Ketika jalan menurun, kaki bekerja lebih keras untuk menahan. Alhasil, kuku jari manis kanan Chia cedera. ’’Begitu sampai di bawah, udah kiwir-kiwir. Habis itu copot, tanpa didahului black toe. Kuku jari manis kanan copot semua, kiri copot separo,’’ ungkap Chia yang ketika itu hanya sanggup sampai 32 kilometer dan tidak menuntaskan lari.

Menurut Gloria, kuku kaki relatif tidak mudah terlepas kecuali ada trauma hebat. Misalnya, terjatuh. Atau, peradangan kronis yang membuat kuku nekrosis (mati). Sebenarnya tidak perlu khawatir. Sebab, dari bantalan kuku, akan muncul kuku baru. ’’Namun, memang prosesnya agak lambat pada kuku jari kaki,’’ jelasnya. Berkisar seminggu hingga tiga bulan. (nor/c5/nda)

Baca Juga