Beranda Metropolis

Warga Yasmin Tolak Terminal Bayangan

TOLAK: Keberadaan pangkalan angkot trayek 01 AP jurusan Cipinang Gading-Perumahan Yasmin di Bundaran Yasmin ini mendapat penolakan warga Yasmin. (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–Keberadaan pangkalan trayek 01 AP jurusan Cipinang Gading-Perumahan Yasmin di Bundaran Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menuai pro-kontra. Hasil 30 rerouting trayek ini pun dinilai mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di perumahan.

“Warga menolak trayek angkot ini,” ujar Ketua RW 09, Perumahan Yasmin, Agung Prastyo kepada Radar Bogor.

Menurut Agung, dengan alasan kenyamanan dan keamanan, warga menolak adanya terminal bayangan lantaran khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Agung mengatakan, Pemkot Bogor sebelumnya tidak melakukan sosialisasi kepada warga RW 09. Tiba-tiba, kata dia, plang bertuliskan Pangkalan Trayek 01-AP (Cipinang Gading-Perum Yasmin) sudah terpasang.

Dinas Perhubungan Kota Bogor, menurut Agung, melanggar aturan, karena lokasi tersebut tergolong masih jalur hijau. Selain itu, tidak memungkinkannya trayek juga dilihat pada situasi di hari Minggu. Sebab, pasar tumpah sudah tidak mampu dilalui kendaraan roda empat. “Coba lihat kalau Minggu. Banyak yang jualan, sampah juga banyak,” katanya.

Dia menjelaskan, ada tiga kelurahan di Perumahan Yasmin yakni Kelurahan Cilendek Timur, Curugmekar, dan Cilendek Barat. Sedangkan, warga RW 09 masuk Kelurahan Cilendek Timur. “Kami sudah musyawarah dan lebih dari 7 RT dari 400 KK sudah menandatangani penolakan,” tegasnya.

Masih kata Agung, kemungkinan besar, RW yang ada di dua kelurahan lain akan menyusul. Hal ini juga disampaikan Paguyuban Rukun Warga (Paruga) Yasmin. Wewakili warga, pihaknya telah melayangkan surat yang melampirkan penanda­tanga­nan penolakan dari seluruh warga.

“Surat petama ke pak Walkot (Wali Kota Bogor Bima Arya) tembusannya ke DPRD, Dinas Perhubungan, Organda, bapak camat Bogor Barat, lurah,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Rakhmawati menjelaskan, Bundaran Yasmin merupakan salah satu lokasi rute hasil 30 rerouting angkot Bogor.

Tujuannya, kata Rakhma, warga yang tinggal di Yasmin bisa menjangkau angkutan umum. “Terlayani oleh angkutan. Di sana hanya muter,” katanya.

Rakhma pun mengakui adanya penolakan lokasi tersebut. Namun, menurut dia, tidak sedikit warga yang juga membutuhkan keberadaan tranportasi di kawasan Yasmin. Hanya kalangan orang-orang tertentu yang menolak keberadaan lokasi tersebut. Warga yang menolak pun diakuinya sudah mengajukan surat.

“Masyarakat banyak yang membutuhkan. Ini hasil kajian kami. Yang menolak, sedang kami pelajari,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini angkutan umum belum banyak yang masuk ke lokasi tersebut, lantaran dianggap belum memiliki banyak penumpang. Terkait kemacetan, Rakhma mengaku bahwa dishub sudah melakukan analisis ruas jalan.

“Jalur itu memiliki jalur yang panjang dan tidak memungkinkan berdampak pada kemacetan. Sementara, angkutan trayek sendiri jumlahnya masih sedikit,” jelasnya.
Dia pun meminta warga yang menolak untuk memikirkan kepentingan umum. “Ini dua sisi, ada yang menolak ada yang tidak. Ini sedang kami bicarakan,” tutupnya.(don/c)

Baca Juga