Beranda Metropolis

Lagi, Halte Transpakuan Dirusak

Nelvi/Radar Bogor.
DIRUSAK LAGI: Halte Transpakuan di seberang kantor Bea Cukai Jalan Pajajaran, Kota Bogor, dirusak oleh orang tak bertanggung jawab. Pelaku hingga sekarang masih dalam pencarian.

BOGOR–Meski belum resmi beroperasi, halte atau shelter bus Transpakuan di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor yang baru direnovasi kembali dirusak, kemarin (17/1).

Pantauan Radar Bogor, shelter atau halte milik Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang tepat berada di seberang Kantor Bea dan Cukai, Jalan Pajajaran, ini rusak di bagian samping kanan.

Empat kaca persegi panjang berukuran satu meter pecah berhamburan hingga ke jalan raya. Di lokasi ini, rolling door yang biasanya tertutup justru ditemukan dalam kondisi terbuka.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan Dinas Perhubungan Kota Bogor ke Polsek Bogor Timur. Polisi yang menerima laporan segera menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Seksi Teknik Prasarana pada Dishub Kota Bogor, Adhi Bagus Indrawan mengatakan, peristiwa diduga terjadi pada tengah malam. Saat kejadian, tidak ada warga yang melihat aksi perusakan. “Kemungkinan sekitar jam satu sampai jam tiga malam,” kata Adhi kepada Radar Bogor, kemarin (17/1).

Terkait insiden perusakan oleh istri karyawan PDJT beberapa waktu lalu, Adhi menjelaskan, dishub belum memastikan adanya keterlibatan keluarga maupun karyawan perusahaan pelat merah tersebut. “Tidak ada mengarah ke sana, dugaan saya hanya orang yang lewat,” imbuhnya.

Polsek Bogor Timur langsung melakukan olah TKP. Penyelidikan dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Agus K Pramos. Usai meninjau lokasi, polisi memeriksa sejumlah temuan yang ada di lokasi.

“Laporan kami terima, saat ini akan menyisir lokasi. Tim identifikasi sedang memeriksa sidik jari. Nanti hasilnya disampaikan,” singkatnya di lokasi.
Seperti diketahui, perusakan shelter terjadi Kamis (4/1) lalu. Shelter di Jalan Cidangiang itu dirusak WT, istri karyawan PDJT, yang diduga kesal karena hampir setahun gaji suaminya tak kunjung dibayarkan.

WT tak kuasa menahan emosi, hingga memecahkan sebagian kaca shelter. Namun, tak lama kemudian aksi WT dapat dihentikan.

Tak hanya itu, Sabtu (13/1) lalu shelter di dekat Masjid Raya Kota Bogor juga dirusak. Pelakunya hingga kini belum diketahui.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor yang juga Plt Direktur Utama PDJT Rakhmawati mengatakan , saat ini kasus perusakan shelter sedang diselidiki. Terkait proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

“Yang disayangkan, jalur sana belum ada CCTV,” ujarnya kepada wartawan, kemarin. Disinggung soal peristiwa sebelumnya yang melibatkan istri karyawan PDJT, Rakhmawati enggan menanggapi lebih lanjut.

“Kepentingan orang banyak, ya. Yang saya pikirkan itu, jalur halte itu tidak ada singgungan. Kok yang dihantam yang sebelah sana. Ada apa? Kalau soal karyawan (PDJT) saya rasa enggak lah. Saya pastikan bukan karyawan. Karena itu juga bukan jalurnya Transpakuan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Dishub Kota Bogor membenahi 13 shelter Transpakuan yang berada di sepanjang jalur koridor II. Anggaran yang digunakan juga cukup besar, yakni Rp802 juta untuk merevitalisasi 13 shelter yang berada di jalur TPK II, mulai Jalan Pajajaran, Jalan Raya Tajur, sampai Rancamaya yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Ke-13 shelter yang direvitalisasi kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan.(don/c)

Baca Juga