Beranda Ekonomi

Okupansi Hotel Naik 10 Persen

BOGOR–Sebagai tujuan wisata, Kota Bogor selalu ramai dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak hanya berlibur, Bogor pun menjadi salah satu pilihan untuk rapat dan berbagai pertemuan instansi.

Kendati awal tahun, okupansi hotel di Bogor mayoritas cukup baik. Pencapaiannya juga sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua PHRI Kota Bogor, dr Yuno Abeta Lahay mengung­kapkan, kunjungan sejak 1 Januari hingga kemarin ada kenaikan sekitar 10 persen. “Booking cukup baik, masih di angka 50–60 persen,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (15/1).

Ia mengakui, capaian angka tersebut cukup baik untuk awal tahun. Sebab, masih menye­suaikan anggaran bagi perusahaan maupun pemerintah.

Sedangkan untuk yang berlibur, di awal tahun jarang ada setelah libur panjang akhir tahun. Namun, kata dia, kunjungan kembali ramai mulai pertengahan Februari.
Yuno memaparkan, saat ini pihaknya kembali memper­siapkan berbagai program dan promo untuk meningkatkan okupansi.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Assosation (IHGMA) Chafter Bogor Raya, Wawan menuturkan, awal tahun sebelumnya tingkat kunjungan hanya berkisar 40–50 persen.

Pria yang juga GM Hotel Amaris Pakuan, itu mengaku, Januari merupakan bulan tenang, tidak banyak kegiatan. “Anggaran pemerintah baru cair Maret. Kami sedang antisipasi kondisi ini,” ungkap Wawan.

Namun, General Manager Grand Savero, Krisna Permana mengakui, tahun ini ada penurunan karena perubahan waktu libur.

Awal tahun lalu, 1–10 Januari masih periode libur. Sedangkan, tahun ini hanya sampai 7 Januari. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan okupansi, di antaranya menjaga konsumen perorangan maupun grup.

“Saat ini, di Kota Bogor ada sekitar 90–100 hotel dengan berbagai level. Dengan jumlah kamar kisaran 1.400, bintang 1–4 dan 600 kamar di hotel melati,” pungkasnya. (mer/c)

Baca Juga