Beranda Female

Berkenalan dengan Istri-istri Camat Kota Bogor

CERIA : Enam ibu camat yang siap mendukung dan sejalan dengan program suami.

Kesuksesan seorang lelaki tak sedikit yang dipengaruhi sosok wanita, yakni istrinya. Begitu pun dengan enam camat di Kota Bogor. Di samping mereka, ada enam perempuan yang menjadi penggerak PKK di masing-masing kecamatan, bersinergi dengan program kecamatan. Mereka adalah Rakhmawati, istri Camat Bogor Barat Pupung Wahyu Purnama; Yuliastutik istri Plt Camat Bogor Tengah Taufik; Irawati istri Camat Bogor Timur Adi Novan; Dian Andriani istri Camat Tanah Sareal R Asep Kartiwa; Febriana istri Camat Bogor Utara Atep Budiman; dan Dwie Wahyuni istri Camat Bogor Selatan Sujatmiko Baliarto.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bogor Barat Rakhmawati menuturkan bahwa program-program yang dijalankan tidak lepas dari program TP PKK Kota Bogor yang dipegang Yane Ardian Bima Arya. Salah satunya, persiapan ketahanan keluarga. Di mana saat ini wanita tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu, juga sebagai ibu yang mendukung pendapatan keluarga.

”Saat ini banyak wanita bekerja yang menjadikan ketahanan keluarga, yaitu mereka harus bisa mencari pendapatan selain dari suami sehingga keluarga bisa bertahan. Program ini lebih kepada peningkatan ekonomi. Kami memfasilitasi keluarga yang ingin diberikan pelatihan,” tuturnya.

Rakhmawati mengaku gaya kepemimpinannya sedikit berbeda dengan yang lain, karena Rakhmawati menjabat Kadishub Kota Bogor. Untuk membagi waktu, ada beberapa kegiatan yang dilimpahkan ke pengurus kecamatan, ia lebih banyak memberikan masukan. Sementara untuk terjun ke lapangan lebih terbatas, karena kondisi pekerjaan tidak memungkinkan untuk lebih sering ke lapangan. ”Pendekatan kepada masyarakat dan tim berbeda. Kalau ke masyarakat saya lebih kekeluargaan, tidak bisa menggunakan pola instruksi tapi koordinasi, mengayomi. Jika ke tim lebih tegas,” tuturnya.

Seperti halnya Rakhmawati, Ketua TP PKK Bogor Tengah Yuliastutik yang akrab disapa Yuli ini juga menjalankan program dari TP PKK Kota Bogor. Namun Yuli lebih berkonsentrasi dalam membenahi administrasi dari program kerja yang ada. Ia berusaha menyamakan persepsi untuk administrasi pokok, baik di tingkat kecamatan sampai semua kelurahan.

”Saya kalau turun ke wilayah, pertama kali saya lihat administrasinya, kerena mayoritas pemahaman mengenai itu masih kurang, untuk meringankan laporan di akhir tahun,” ujarnya.

Yuli juga menjalankan program mengajar ibu lurah di tiga wilayah untuk menambah modal di UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dengan menyisihkan minimal Rp500 ribu untuk penambahan modal. Ia juga mengajarkan kepada pengurus TP PKK kelurahan untuk membuat program kerja di 2018 sesuai kebutuhan wilayah.

Gaya kepemimpinannya tentu kekeluargaan. Pengalaman menarik adalah dulu jika anaknya ingin diimunisasi, Yuli selalu membawa ke rumah sakit. Setelah menjadi ibu camat ia menjadi lebih tahu bahwa posyandu memiliki fungsi luar biasa, setelah itu ia bawa anaknya ke posyandu. ”Jadi saya terapkan di berbagai pertemuan, saya menyosialisasikan untuk membawa bayi atau balita ke posyandu,” ujarnya.

Senada dengan keduanya, Ketua TP PKK Bogor Timur Irawati atau Ira mengacu program pada PKK Kota Bogor. Yang ditonjolkan, desa wisma yang ada di wilayah. Ia ingin meningkatkan desa wisma terutama di lingkungan RT dan RW. “Saat ini juga konsen pada KWT, untuk di Bogor Timur lokasi KWT masih sulit, jadi ia mencari solusi terbaik kepada masyarakat. Mereka memberikan lahan pekarangan, meskipun sedikit tapi ada untuk tanaman,” tuturnya.

Ia juga konsen dengan program sekolah ibu dan akan fokus pada ketahanan keluarga. Kecamatan Bogor Timur kini sibuk dengan berbagai lomba, terakhir mengikuti lomba kesatuan gerak PKK, kinerja kelurahan dan lain-lain. ”Sebagai seorang ketua harus konsisten, karena apa pun yang dilakukan di wilayah itu akan menjadi contoh para kadernya,” tuturnya.(rp3/c)

Baca Juga