Beranda Berita Utama

Bambang Soesatyo Dilantik Jadi Ketua Dewan, Janji DPR tak Gaduh

BERBAGI
PELANTIKAN: Ketua DPR Bambang Soesatyo saat dilantik pada rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (15/1).

Anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) resmi dilantik menjadi ketua DPR menggantikan Setya Novanto kemarin. Bamsoet akan menjadi ketua DPR selama 20 bulan sisa masa jabatan anggota DPR periode 2014–2019 atau September
tahun depan.

Melalui Keputusan DPR Nomor 1/III/2018 tertanggal 15 Januari 2018, Bamsoet diambil sumpah jabatan oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Saat diambil sumpah, Bamsoet sempat salah mengucapkan kata ’’serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara’’ tiga kali. Bamsoet sempat salah menyebut kata ’’serta’’ diganti kata ’’dengan’’. Selebih­nya, Bamsoet lancar menyampaikan sumpah jabatan itu.

Dalam sambutan perdana sebagai ketua DPR, Bamsoet mengajak seluruh anggota dewan untuk mendoakan kesembuhan man­tan Ketua DPR Ade Komarudin. ’’Semoga rekan kita ini dan keluarga diberi kekuatan dan ketabahan untuk pulih kembali,’’ kata Bamsoet.

Dia mengaku tidak menyangka akhirnya ditetapkan sebagai ketua DPR. Meski begitu, Bamsoet mene­gaskan sampai saat ini dirinya masih menjadi bagian dari masa lalunya yang seorang wartawan. ’’Saya masih punya kartu anggota PWI,’’ ujar Bamsoet.

Dia juga berjanji menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah DPR. Salah satunya pembahasan revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Selain itu, Bamsoet akan memastikan panitia khusus angket KPK segera menyam­paikan kesimpulan di sidang paripurna pada akhir masa sidang. ’’Kami sudah mengha­silkan kesimpulan (pansus angket KPK) yang jelas,’’ ujar Bambang.

Kepemimpinan Bamsoet juga bersamaan dengan tahun politik. Menghadapi momen tersebut, Bamsoet menyatakan bahwa tugasnya sebagai pimpinan DPR adalah menjaga suasana tetap kondusif. ’’Peristiwa politik besar, pilkada serentak yang sebentar lagi kita hadapi dan pileg pilpres tahun depan. Tugas saya menjaga keteduhan suasana politik di DPR,’’ ucapnya.

Bamsoet menambahkan, dinamika di DPR, termasuk perbedaan sikap, adalah hal wajar. Namun, semua itu bisa disatukan selama ada komitmen dari pimpinan DPR. Bamsoet juga siap melakukan lobi-lobi politik kepada seluruh fraksi. ’’Melakukan lobi politik agar perbedaan tajam itu kita kecilkan. Mengecilkan perbedaan dan memperbesar persamaan,’’ tegasnya.

Sebelum dilantik di rapat paripurna, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan keputusan penetapan Bamsoet. Airlangga mengungkapkan, bukan hal mudah bagi dirinya menetapkan sosok ketua DPR. Sosok Bamsoet dipilih setelah dirinya melakukan komunikasi dengan Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Kehormatan Partai Golkar.

”Sesudah diadakan komunikasi di lingkungan strategis dan politik, Saudara Bambang Soesatyo-lah yang ditetapkan untuk mengisi jabatan lowong ketua DPR RI setelah Pak Setya Novanto,’’ kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, Bamsoet dipilih karena memiliki pengala­man panjang dalam proses politik di DPR. Dengan bekal itu, Bamsoet tentu memahami hakikat, sistem, dan fungsi DPR. Bamsoet disebut Airlangga punya nilai tambah lain di masa lalu. ’’Dia juga mempunyai konsep yang baik, mempunyai ide dan gagasan, serta alumni wartawan,’’ kata Airlangga.

Penetapan sebagai ketua DPR sekaligus memutuskan penarikan Bamsoet dari panitia khusus (pansus) angket KPK. Penarikan itu tidak akan ditindaklanjuti dengan penggantian anggota lain dari Fraksi Partai Golkar.

Keputusan itu, menurut Airlangga, bagian dari dorongan agar pansus angket KPK segera menyelesaikan tugas dan mengambil kesimpulan. Airlangga memandang pansus angket KPK sudah berjalan terlalu lama. ’’Ini merupakan amanat munaslub, tidak boleh ada pelemahan pada KPK. Apabila pansus tetap berlanjut, kami akan menarik seluruh anggota fraksi kami,’’ tegasnya.

Sementara itu, berdasar data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, Bamsoet memiliki aset senilai Rp62.741.853.941 dan USD 211.026. Laporan itu di-update KPK pada 16 Mei 2016 atau setelah Bamsoet menjabat anggota DPR periode 2014–2019. Dibanding LHKPN 2010, aset Bamsoet naik tiga kali lipat.

Pada laporan harta kekayaan sebelumnya, Bamsoet memiliki kekayaan senilai Rp24.116.034.728 dan USD 20.095. Masih berdasar data LHKPN KPK 2016, nilai aset Bamsoet paling banyak berupa harta tidak bergerak. Misalnya, tanah dan bangunan yang mencapai Rp 38.717.572.000. Berikutnya disusul harta bergerak seperti mobil mewah dan motor yang nilainya sampai Rp 18.770.000.000. Bamsoet tercatat tidak memiliki utang sepeser pun dalam LHKPN itu. (bay/tyo/lum/c17/oni)

Komentar Anda

Baca Juga