Beranda Berita Utama

Ada 14 Gay dalam Satu Kilometer

CIANJUR–Kemajuan zaman ternyata memberi kemudahan bagi kaum lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Melalui aplikasi Blued yang tersedia di Google Play Store ini, setiap LGBT khususnya gay dapat mudah mendapatkan pasangan.

Berdasarkan penelurusan Radar Cianjur (Grup Radar Bogor), aplikasi Blued merupakan aplikasi yang terbilang lengkap dengan fasilitas yang mendukung. Salah satunya merupakan fasilitas ’Nearby’ atau orang terdekat. Berawal dari titik pen­carian atau ’Search’ yang dila­kukan di kantor Radar Cianjur, dalam radius 20 kilometer terdapat sedikitnya 288 orang yang sudah menggunakan aplikasi ini.

Apabila diamati dan dihitung berdasarkan rata-rata, artinya ada 14 gay dalam satu kilo­meter.

Jumlah itu dilengkapi dengan nama pengguna beserta foto profil yang beraneka ragam. Foto profil didominasi dengan sejumlah pria yang bertelanjang dada. Namun, ada juga pengguna pria yang menggu­nakan foto profil dengan foto olahan atau editan dari salah satu aplikasi foto.

Wajah mereka pun dihiasi beragam pernak-pernik lucu dan warna-warni yang terang. Tak sedikit juga foto profil yang memperlihatkan bahwa pengguna aplikasi berwarna biru ini merupakan remaja.
Cara memanfaatkan proses pencarian, pengguna dapat menggeser titik pencarian ke wilayah lain untuk mendapatkan mangsa baru. Tak hanya personal, Blued juga menye­diakan fasilitas grup layaknya media sosial lainnya.

Beragam fitur mulai dari private chat, group chat hingga streaming dapat dilakukan. Setiap pengguna yang aktif saat itu akan ditandai dengan tanda berbentuk lingkaran kecil menyerupai titik berwarna hijau pada bagian kiri atas foto profil.

Salah satu fitur lainnya yaitu live private. Dalam fitur ini, hanya pengguna yang berteman saja yang bisa menonton live strea­ming. Di dalamnya peng­guna Blued bisa melakukan invite atau add orang yang dikenal. Setelah mendapatkan approve maka pengguna dapat langsung menonton live streaming.

Tak mudah untuk berteman dengan salah satu dari pengguna ini. Pasalnya, pengguna akan mendapatkan pemberitahuan untuk menambahkan teman yang dituju dan menunggu persetujuan dari teman yang ditambahkan. Semakin malam, jumlah pengguna dengan status online semakin bertambah banyak.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Cianjur, Suprayogi secara tegas menolak keras keberadaan aplikasi Blued.

Secara khusus, ia meminta pemerintah dalam hal ini Kominfo melakukan blokir terhadap setiap aplikasi yang tersedia di Play Store apabila mengandung unsur pornografi dan perilaku menyimpang.

”Harus diblokir karena memiliki konten seksual yang menyimpang. Kenapa harus? Karena pemblokiran akan membuat masyarakat tidak bisa mengakses (aplikasi LGBT) di Indonesia,” tuturnya kepada Radar Cianjur.

Untuk antisipasi di Kabupaten Cianjur, Kadis menambahkan, akan rutin melakukan koordinasi dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Cianjur.(cr1)

Baca Juga