Beranda Berita Utama

Anti banjir, bebas asap rokok, Presiden Resmikan SUGBK

CANGGIH: Rombongan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, menyaksikan pertandingan persahabatan Indonesia kontra Islandia di tribun VVIP GBK.

JAKARTA–Pertandingan persahabatan antara timnas Indonesia melawan timnas Islandia kemarin (14/1), menandai selesainya proses renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno. Presiden Joko Widodo hadir langsung untuk meresmikan penggunaan SUGBK dengan menandatangani prasasti, di bawah tribun VVIP di sisi barat lapangan.

”Pada sore hari ini, renovasi besar stadion utama Gelora Bung Karno saya nyatakan dibuka dan dimulai penggu­naannya,’’ ujar Jokowi disambut gemuruh tepuk tangan dari 36.224 penonton yang hadir. Peresmian dilakukan tepat pukul 18.45, 15 menit sebelum kick off pertandingan antara antara timnas kedua negara.

Selain presiden, hadir Wapres Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Pengarah Asian Games 2018. Hadir pula sejumlah menteri, seperti Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga tampak hadir.

Dan tentu saja, hadir Ketua PSSI Edy Rahmayadi. Namun, kehadiran Edy tampak tidak disukai oleh para penonton. Setiap kali nama Edi disebut melalui pengeras suara, seluruh penonton kompak berteriak huuuuu……. Bahkan, teriakan ”turun…turun…’’ Berulang kali terdengar saat Edy bertukar cenderamata dengan ofisial tim Islandia pada jeda turun minum.

Kementerian PUPR menepati janjinya menjadikan lapangan SUGBK bebas banjir. Sejak dua jam sebelum pertandingan hingga pertengahan babak pertama, hujan deras mengguyur kawasan Senayan.

Namun, sistem drainase yang baik membuat genangan tidak tampak sedikit pun di lapangan. Hanya tampak beberapa titik genangan di sekitar lintasan atletik di luar area lapangan, yang itu pun perlahan surut begitu hujan reda.

Klik gambar

Uji coba sound system maupun penerangan pun sukses. Seluruh lampu yang berkekuatan 3.500 lux dinyalakan dan menghasilkan cahaya terang benderang di lapangan.

Dari tribun maupun tayangan televisi, bayangan para pemain tampak tersamarkan. Selain itu, pengelola juga menyalakan lampu LED di sekeliling tribun. Sepanjang pertandingan, lampu-lampu tersebut bergantian menyala merah, biru, dan putih.

Sepanjang pertandingan, tidak tampak ada flare maupun kembang api yang menyala. Penonton patuh dengan aturan yang ada. Selain itu, larangan merokok juga diberlakukan di seluruh bagian stadion. Tidak ada ruang merokok, dan panpel tegas memperingatkan penonton untuk tidak coba-coba menyalakan rokok karena asapnya bisa memicu alarm kebakaran berbunyi.

”Kalau merokok, silakan di luar stadion,’’ ujar salah seorang anggota panpel. Tak pelak, para perokok pun harus rela menahan diri sepanjang pertandingan.

Begitu peluit panjang tanda pertandingan usai ditiup, sejumlah perokok tampak bergegas keluar dari bangunan stadion. Mereka pun melipir di beberapa sudut sembari menyalakan rokoknya.

Presiden Jokowi dan Wapres JK tampak serius mengamati jalannya pertandingan. Sesekali JK tampak mengobrol dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang duduk di sebelahnya. Sementara, Jokowi yang mengenakan kaus seragam timnas Indonesia berwarna merah lebih banyak diam dan memperhatikan jalannya pertandingan.

Baru pada saat Ilham Udin Armayn mencetak gol di menit ke-30, presiden sontak berdiri dan bersorak mengangkat tangannya. Presiden pun semakin terdiam setelah timnas Islandia mencetak gol balasan dan malah berbalik unggul. Hingga, pertandingan pun berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Islandia.

Presiden memuji kualitas stadion tersebut. ’’Tadi kan sudah kita lihat bersama, dari sisi rumput pas tadi kena hujan saya kira sudah sangat bagus,’’ ujarnya usai pertandingan. Dia juga sempat menemui pelatih Islandia Heimir Hallgrímsson yang menyatakan bahwa stadion tersebut sangat besar dan bagus.

Bagi presiden, yang terpenting saat ini adalah hasil pertandingan. Pertandingan melawan Islandia menjadi ajang pemanasan bagi timnas Indonesia.

’’Dari sini kita tahu mana yang harus dibenahi, diperbaiki, untuk nanti kita bisa masuk ke ajang-ajang terutama persiapan Asian Games,” lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu. (byu)

Baca Juga