Beranda Metropolis

Anggaran Taman Gemuk, RTH Masih di Bawah 10 Persen

BERBAGI

BOGOR–Anggaran pemeliharaan taman di Kota Bogor meningkat drastis menjadi Rp4,1 miliar di tahun ini. Hal itu dinilai anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, masih tergolong rasional. Sebab, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) merupakan salah satu program prioritas Pemkot Bogor.

Yus menjelaskan, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015–2019, Kota Bogor ditargetkan memiliki RTH hingga 20 persen.

“Sekarang belum mencapai 10 persen. Jadi, dibutuhkan dana tidak kecil untuk membangun yang baru dan meningkatkan kualitas taman yang ada,” ujarnya.

Selain itu, Yus menambahkan, fokus terhadap taman dilakukan guna menciptakan keseimbangan antara pembangunan dengan hak interaksi masyarakat. Terlebih, sambung Yus, Kota Bogor kini sudah memiliki peraturan daerah layak anak yang menuntut pemerintah dalam menjamin hak anak, termasuk bermain di RTH.

“Biaya besar untuk pemba­ngunan taman merupakan hal wajar. Karena kebanyakan taman dibangun dengan pembebasan lahan terlebih dahulu. Proses ini memakan biaya tidak sedikit,” ucapnya.
Bahkan, menurut Yus, dana Rp4,1 miliar untuk pembangunan sebenarnya masih kurang dalam mencapai target 20 persen. Ia melihat anggaran tersebut hanya mampu membuat Kota Bogor memenuhi 10 persen atau setengah dari target.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Yus menganjurkan agar pemkot bisa mencari sumber dana tambahan. Tidak sekadar mengandalkan APBD, tetapi memakai jalur lain. Misalnya, bekerja sama dengan perusahaan swasta melalui corporate social responsibility (CSR). “Ambil contohnya saja di kawasan Air Mancur,” ujarnya.

Selain anggaran, lanjut Yus, tantangan terbesar Kota Bogor dalam mencapai target 20 persen RTH adalah kondisi daerah yang padat permukiman. Oleh karena itu, pembebasan lahan pada area kosong atau lahan tak termanfaatkan menjadi solusi yang tepat.

Terpisah, Kabid Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman, Yadi Cahyadi menguraikan, tahun ini pihaknya akan mempercantik Taman Sempur, dengan anggaran yang dipersiapkan mencapai Rp1,5 miliar. “Jadi, di lintasan larinya itu nanti akan menggunakan dark rubber. Jika para pelari terjatuh di lintasan tidak akan merasa sakit,” kata Yadi.

Selain itu, menghindari adanya genangan di lintasan, urusan serapan air pun diperhitungkan. “Masih dibuat desainnya. Nanti dilihat kemiringannya agar air tetap jatuh di salurannya,” pungkasnya.(wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga