Beranda Berita Utama

Pemeriksaan Lebih Lengkap

KOMPAK: Para pasangan bakal calon bupati dan wali Kota Bogor berfoto bersama saat pemeriksaan di RS TNI AL Mintohardjo.

BOGOR–Kekompakan diperlihatkan para pasangan bakal calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali Kota Bogor. Kemarin (13/1) mereka menyebarkan foto bersama saat pemeriksaan kesehatan fisik, rohani, dan bebas narkoba di RS TNI AL Mintohardjo. Sebanyak 20 dokter spesialis diterjunkan.

Komisioner KPU Kota Bogor Bambang Wahyu mengatakan, rangkaian uji kesehatan dilakukan sejak Jumat (12/1). Setelah mendapatkan pengarahan mengenai mekanisme pemerik saat kesehatan, para bakal calon mengikuti pemerik­saan tes psikiater dan tes tertulis. ”Pelaksanaannya hampir tujuh jam,” ucapnya.

Sementara itu, kemarin, para bakal calon masih menjalani serangkai tes medis jasmani dan bebas narkoba. ”Untuk hasil pemeriksaan akan dikeluarkan 16 Januari 2018” katanya.

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna menegaskan, hasil pemeriksaan akan diplenokan tim dokter. ”Jadi kalau untuk saat ini, kami pun belum mengetahui hasilnya, karena pemeriksaannya baru berakhir tadi sore (kemarin, red),” terangnya.

Hasil pemeriksaan tersebut akan dibeberkan secara keseluruhan dalam waktu yang bersamaan. Menurut Undang, jika nanti tim dokter menyebutkan terdapat calon yang tidak memenuhi syarat kesehatatan, harus diganti dengan yang lain.

Undang menambahkan, terda­pat beberapa kelengkapan yang belum lengkap dan harus segera dipenuhi. ”Diberikan waktu mulai 14-20 Januari dalam masa perbaikan,” tambah Undang.

Sementara itu, Ketua KPU Kabu­paten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, hari ini pihaknya akan mendapatkan hasil tertulis. ”Untuk catatan lainnya, mulai verifikasi adminitrasi,” ucapnya.

Di lain tempat, bakal pasangan calon (bapaslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pun melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung. Ketua tim pemeriksa sekaligus Dirut Pelayanan Medik Rumah Sakit Hasan Sadikin, Nuki Nursyamsi mengungkapkan, pemeriksaan bapaslon gubernur tahun ini lebih lengkap dibanding Pilgub 2013.

Pasalnya, pemeriksaan tersebut melibatkan 14 dokter spesialis dan subspesialis yang secara keseluruhan berjumlah 27 dokter, 30 perawat, 45 psikolog, 10 ahli dari BNN, dan 50 tenaga pendukung lainnya.(nal/cr1/ps)

Baca Juga