Beranda Berita Utama

Sebulan, Mafia Sikat 150 Ribu Gas Melon

BERBAGI
FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS
SIDAK: Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) meninjau gudang pengoplosan gas elpiji ukuran 3 kg ke tabung gas elpiji 12 kg usai penggerebekan oleh tim Dittipdeksus Bareskrim Mabes Polri di Cipondoh, Tangerang, Banten, Jumat (12/1).

JAKARTA–Salah satu penyebab kelangkaan gas tiga kilogram (kg) bersubsidi Desember lalu terungkap. Kemarin (12/1) Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Ba­reskrim membongkar mafia yang mengalih­kan gas tabung 3 kg menjadi gas tabung 12 kg dan 50 kg. Dalam sebulan, mafia yang dipimpin Prenki (30) menyedot 150 ribu tabung gas 3 kg dari pasaran.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi penyalahgunaan tabung gas 3 kg di Kavling DPR Blok C, Nerogtog, Pinang, Tangerang Kamis (11/1). Penyidik yang berupaya masuk ke lokasi mengalami kesulitan karena pengamanan yang ketat.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, penyidik akhir­nya berputar arah melalui bela­kang pabrik. ”Untuk meng­ecek kebenaran adanya penyalahgunaan gas 3 kg,” ujarnya.

Saat penyidik memanjat pagar pabrik, diketahuilah ada 60 orang yang sedang melakukan aktivitas penyedotan tabung gas subsidi ke nonsubsidi. Begitu petugas masuk, puluhan orang itu berlarian dan kabur dengan memanjat pagar. ”Lihat ada banyak bekas tapak kaki di pagar,” jelas Kasatgas Pangan Polri tersebut.

Namun, petugas berhasil menangkap pimpinan mafia penyalahgunaan gas 3 kg, Prenki. Tiga kaki tangannya juga ditangkap dengan inisial, A, T, dan S. ”A bertugas untuk membeli gas subsidi, T yang berupaya mencari pekerja, dan S yang mencari pembeli tabung gas 12 kg dan 50 kg,” paparnya.

Dari barang bukti yang disita dapat diketahui sindikat penyalahgunaan gas 3 kg ini berskala besar. Terdapat lebih dari 4.200 tabung gas melon atau bersubsidi yang ditemu­kan.

Ada pula 396 tabung gas 12 kg dan 110 tabung gas 50 kg. ”Ditemukan juga adanya 322 selang suntik yang digunakan untuk menyedot gas,” terangnya. (idr)

Komentar Anda

Baca Juga