Beranda Berita Utama

Ladang Berbakti pada Korps Zeni

BERBAGI
Sofyansyah/Radar Bogor
KIRI-KANAN: Komandan baru Pusdikzi Kolonel Sapto Widhi Nugroho dan Kolonel Czi Jamallulael. Jamallulael kini menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas di Mabes TNI AD, Jakarta.

BOGOR–Jabatan Komandan Pusat Pen­didikan Zeni (Danpusdikzi) resmi berpindah tangan. Kolonel Czi Jamallulael mendapat tugas baru sebagai Komandan Detasemen Markas di Mabes TNI AD, Jakarta. Posisi Danpusdikzi kini diisi oleh Kolonel Sapto Widhi Nugroho.

Jamallulael bercerita, banyak kesan yang tak bisa dilupakan selama dirinya memegang komando Pusdikzi. Apalagi saat dirinya baru ditugaskan di Bogor, Jamallulael ”terpaksa’’ berlatih memanah untuk mendampingi lawatan Presiden Joko Widodo ke markas Pusdikzi.

”Kita sudah biasa untuk menyambut pejabat negara itu, tapi untuk mendampingi memanah, itu yang bikin kita stres,’’ canda putra asli Kota Medan tersebut, dalam pidato lepas sambut di Aula Sudirman, Markas Pusdikzi, Kota Bogor, tadi malam.

Kesan membanggakan lainnya adalah ketika terbangunnya kolam renang di dalam markas Puzdiksi. Pria yang gemar bermain kartu remi dengan anak buahnya ini begitu bangga dengan fasilitas terbaru itu. ”Saat itu langsung ada surat perintah apel Dansat.

Jujur, saya paling takut itu sama renang. Dari mulai saya letnan dua (letda), saya lulus renang itu baru satu kali. Yang kedua itu baru lulus kemarin saat apel dansat,’’ ucapnya yang kembali mengundang tawa tamu undangan.

Jamallulael yang pernah menjabat sebagai asisten logistik ini juga gemar bermain golf. ”Tapi akhirnya saya berganti olahraga. Saya bermain remi dengan anggota. Itu olahraga yang sangat murah-meriah,’’ candanya lagi.

Jamallulael berpesan, kehidupan yang sudah tercipta di Pusdikzi harus bisa terus terjalin dengan baik. Jangan sampai perpindahan komando malah mengubah suasana yang sudah ada. ”Yang pindah itu cuma komandannya, bukan komandonya,’’ cetusnya.

Sementara itu, tugas baru menjadi tantangan bagi Kolonel Sapto Widhi Nugroho dalam jabatannya menjadi Danpusdikzi saat ini. Sapto bukan wajah baru di Pusdikzi. Sebelumnya, ayah tiga anak ini juga pernah berdinas di kesatuan yang sama.

”Keakraban, solditas, dan rasa kebersamaan itu semakin saya merasakan itu. Hal itu saya rasakan ketika pertama kali datang ke sini,’’ kata Sapto.

Pria kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1969, ini mengatakan apa yang sudah dirintis sebelumnya oleh Kolonel Czi Jamallulael dan para pendahulu akan dilanjutkan kembali oleh dirinya. Ia menganggap, hal ini merupakan sejarah seluruh prajurit Zeni.

”Ini menjadi ladang bagi saya untuk berbakti kepada korps Zeni. Sehingga prajurit bisa berkualitas nanti ke depannya saat bertugas,’’ sambung Sapto.
Dari beberapa perjalanan tugasnya, Sapto berniat untuk selalu mengerti kondisi prajuritnya. Termasuk di Pusdikzi, Sapto miliki cara tersendiri dalam mendidik prajurit–prajuritnya.

”Saya mengharapkan duku­ngan, dorongan motivasi, juga doa dari semua keluarga Pus­dikzi. Saya sangat berharap bim­­bingan, agar bisa ber­kontribusi dengan baik kepada Pusdikzi. Apa yang sudah dirintis, akan saya lanjutkan terus,’’ pungkasnya.(dka/d)

Komentar Anda

Baca Juga