Beranda Politik

Tes Wawancara Paling Sulit

BERBAGI

KOMPAK: Empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jabar berfoto bersama saat menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, kemarin. (IST)

BANDUNG-Sebagai salah satu syarat, empat pasang kan­didat calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat telah men­jalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, kemarin. Semua menja­lani tes tersebut mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 17.30 WIB.

“Pemeriksaan hari ini (kemarin, red) menurut kami cukup berat, pemeriksaan berlangsung hampir 9 jam lebih. Dari sini kita bersyukur bahwa cagub-cawagub punya fisik dan mental yang cukup tangguh,” ujar Plt Direktur RSHS, Nuki Nur Samsi di Gedung Paviliun RSUP Hasan Sadikin.

Nuki mengatakan, pemerik­saan meliputi tes kesehatan jasmani, psikologi, dan terkait bebas narkoba. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar Eka Mulyana yang menjadi bagian tim pemeriksa kesehatan mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat pleno pada 15 Januari nanti.

“Kami akan menyusun hasil laporan secara keseluruhan. Rencananya, hasilnya akan diumumkan KPUD Jabar tanggal 16 Januari,” kata Eka.

Paslon yang disokong Demokrat dan Golkar, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menebar senyum usai rampung menjalani tes. Deddy mengaku ada sejumlah tes yang dija­lani yang diperiksa 14 dokter spesialis. “Ada wawancara dan tes ter­tulis juga. Insyaallah,” ujar Deddy.

Pria yang saat ini menjabat wakil gubernur Jabar itu merasa bahwa tes yang paling sulit adalah saat wawancara dan tes tertulis yang dilakukan Himpunan Masyarakat Psikologi (Himsi).

“Wawancaranya seputar masalah yang kita hadapi. Dijawab aja semua, enggak penting salah atau betul. Ada juga 225 soal, diisi semua,” kata kader Partai Demokrat tersebut.

Sementara itu, paslon yang diusung empat partai (NasDem, PKB, PPP, Hanura), Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum bersyukur setelah rampung mengikuti tes tersebut. “Alhamdulillah, dari pagi sampai sore ini, saya dan Pak Uu telah berhasil menjalani berbagai tes termasuk tes fisik, tes urine untuk cek narkoba, penyakit dalam, pancaindera, wawancara psikologi, dan psikotes dengan baik,” kata Ridwan.

Ridwan merasa tes kali ini berbeda dengan saat dirinya melamar jadi wali kota Bandung. Perbedaan paling terasa, sambungnya, karena dipadatkan dalam satu hari. “Untuk hasilnya tidak diketahui karena langsung diserahkan ke KPUD Jawa Barat,” kata Rid­wan. “Semoga hasilnya baik, ya,” imbuhnya.(cnn)

Komentar Anda

Baca Juga