Beranda Berita Utama

Pelajaran Berharga dari Strakarnir Okkar

BUKAN TANDINGAN: Samuel Jonsson (tengah), pemain timnas Islandia dikawal ketat oleh Rizky Pora (kiri) dan Cristian Gonzales, pemain Indonesia Selection di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (11/1).

SLEMAN–Meski datang ke Indo­nesia bukan dengan ke­kuatan terbaiknya, timnas Islan­dia tetaplah bukan tan­dingan bagi Indonesia Selection. Tadi malam, tim yang lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia tersebut membantai pemain pilihan publik Indonesia enam gol tanpa balas di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Meski bukan tim terbaiknya, Islandia bermain sangat rapi. Serangan mereka dibangun dengan sangat baik dan pada menit ke-30 gol pertama Islandia dicetak Andre Runnar Bjarnasson. Indonesia Selection yang dihuni pemain veteran Bambang Pamungkas, Maman Abdurahman, hingga Ahmad Bustomi, dibuat tak berkutik.

Pada babak kedua, hujan deras mengguyur stadion. Lapangan sempat tergenang air dan menyulitkan permainan. Wasit asal Jepang Yudai Yamamoto sempat menghentikan laga selama 15 menit. Setelah kembali bermain, tim berjuluk Strakarnir okkar itu bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan yang tergenang.

Islandia lebih banyak memaksimalkan bola-bola atas. Hasilnya, lima gol tercipta pada babak kedua melalui Kristjan Floki Finnbogason (47’), Ottar Magnus Karlsson (65’), Tryggvi Hrafn Haraldsson (68’). Lalu, dua tambahan gol dari Hjortur Hermansson pada menit ke-79 dan 81 memanfaatkan kesalahan kiper Rivky Mokodompit.

Pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson mengungkapkan tidak bisa berkata banyak tentang jalannya laga. Hujan deras dan kondisi lapangan yang buruk membuat permainan kedua tim tidak berjalan dengan semestinya. ’’Tapi, saya mencoba bermain bola atas dan langsung menuju kotak pinalti. Hasilnya luar biasa, kami banyak cetak gol dari situ,’’ jelasnya.

Dia menilai, Indonesia Selection mampu memberikan perlawanan yang sengit. Ter­utama sejak striker Madura United Greg Nwokolo masuk. ’’Indonesia Selection punya kecepatan. Kami sebenarnya kesulitan, tapi lapangan mem­bantu kami,’’ tuturnya.

Hallgrimsson memuji racikan Robert Rene Alberts dalam pertandingan kemarin. Me­nurutnya, pelatih asal Belanda mampu menciptakan tim yang sangat baik dengan persiapan minim. ’’Saya juga apresiasi Coach Rene masih mau mene­ruskan pertandingan dalam kondisi hujan deras seperti tadi (kemarin, RED). Pelatih yang luar biasa,’’ pujinya.

Di sisi lain, Alberts juga memuji tim asuhan Hallgrims­son. Walau dido­minasi anak muda, me­nurutnya Islandia membuktikan sebagai tim yang lolos Piala Dunia 2018.

’’Mereka tunjukkan kualitas, bermain sangat kompetitif sepanjang laga. Pelajaran berharga bagi kami semua,’’ katanya.

Albert mengaku timnya dalam kondisi kelelahan. Perubahan regulasi pertandingan di mana hanya diperbolehkan mema­sukkan enam pemain jadi alasannya. ’’Ini eksibishi, pemain kami juga baru datang dan tidak fit. Kalau hanya enam pemain diganti, kami sangat kelelahan sekali,’’ terangnya. (rid/ham)

Di luar itu, dia sangat bangga atas apa yang sudah ditunjukkan pemainnya. Kerja keras dan tanpa menyerah di lapangan sangat diapresiasinya.

’’Bayangkan ada tiga pemain baru datang tadi pagi (kemarin, Red) dari Madura (launching Madura United di Surabaya). Tapi, mereka bermain habis-habisan, saya salut,’’ tegasnya.

Baca Juga