Beranda Metropolis

Mulai Beroperasi Dua Bulan Lagi

BERBAGI
HAMPIR RAMPUNG: Pekerjaan pembangunan Tol BORR diperkirakan rampung Maret 2018. Kini progresnya sudah89,7 persen.

BOGOR–Pembangunan fisik ruas tol Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi IIB Kedungbadak-simpang Yasmin sebentar lagi rampung. Tol sepanjang 2,6 kilometer itu, dijadwalkan mulai beroperasi Maret 2018 mendatang atau dua bulan lagi.

Humas PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Feri Siregar menuturkan, progres tol yang mulai dibangun akhir 2016 itu sudah mencapai 89,7 persen. “Saat ini masih on progress. Kami targetkan rampung akhir Maret 2018 mendatang,” ujar Feri kepada Radar Bogor, kemarin (10/1).

Sejauh ini, kata dia, belum ada kendala berarti yang menghambat progres pembangunan proyek tol BORR. Mengingat waktu pekerjaan sudah hampir habis. “Kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” bebernya.

Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo juga memastikan, di setiap bulannya dikejar target pencapaian 7,5 persen dengan pengerjaan 24 jam penuh. Rampungnya tol BORR seksi IIB diyakini mampu mengurangi kemacetan di kawasan Sholeh Iskandar (Sholis) hingga 28 persen. “Artinya, menghemat waktu 28 persen dan BBM rata-rata 28 persen.

Secara keseluruhan, berdasarkan data konsultan, mengurangi 28 persen dari kondisi sebelumnya. Sehingga secara rumusnya, 28 persen itu yang dibeli pengguna jalan, dikompensasi dengan tarif,” paparnya.

Hendro memastikan pengerjaan seksi IIB akan terus dikebut. Sebab, pihaknya harus mengejar pengerjaan tol BORR seksi IIIA Yasmin-Semplak yang kini masuk tahap penetapan lokasi. “Nantinya Mei sudah dimulai. Waktu pengerjaan 12 bulan dengan jarak 3,8 kilometer. Pembebasan lahan mulai Januari, luasnya kira-kira lima hektare, dengan dana Rp1,4 triliun,” bebernya.

Tingginya anggaran pembebasan lahan, kata Hendro, karena sifatnya ganti untung. Pihaknya juga menghormati pemilik lahan yang mau tak mau harus mencari sekolah bagi anaknya atau bahkan pekerjaan lain. “Jadi, kami hitung semua, tidak hanya harga tanah, tapi ditambah dengan kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik.

Contoh, kalau pasarannya Rp10 juta, bisa jadi Rp20 juta. Target pembebasan lahan nanti beriringan hingga April 2019,” bebernya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menuturkan, pihak MSJ telah memprediksi progres pembangunan tol BORR akan lebih cepat 30 hari dari rencana sebelumnya, meski sudah ada percepatan 100 hari kerja. “Kita berharap bisa segera tuntas, sehingga kemacetan di kawasan Sholis bisa terurai,” ujarnya.

Pantauan Radar Bogor, pembangunan tol BORR hampir sepenuhnya terhubung. Kondisi arus lalu lintas terpantau padat karena adanya penyempitan lajur pada jalan yang diberlakukan sistem contra flow.(cr2/c)

Komentar Anda

Baca Juga