Beranda Metropolis

Bikin Jalur Khusus Bus Transpakuan

BAKAL ADA JALUR KHUSUS: Dishub berencana membuat jalur khusus untuk bus Transpakuan.

BOGOR–Meski program konversi angkot menjadi bus Transpakuan tak kunjung terealisasi, pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus mematangkan persiapan sarana dan prasarananya. Salah satunya membuat jalur khusus bus Transpakuan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas mengatakan, jalur khusus tersebut untuk bus yang nantinya akan mengisi rute-rute Transpakuan Koridor (TPK). “Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kebijakan konversi angkot ke bus,” katanya.

Pembuatan jalur ini sedikit berbeda dengan jalur busway yang ada di DKI Jakarta. Selain tidak ada pembatas jalan, jalur bus hanya ditandai cat merah mirip jalur khusus sepeda di Jalan Otista.

Artinya, jalur tersebut tidak benar-benar steril dari kendaraan lain. “Pem­buatan jalur ini juga akan disesuaikan dengan kemam­puan anggaran yang ada,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus menyosialisasikan rencana pembuatan jalur khusus tersebut. Sekaligus memper­siapkan petugas di jalur itu, apabila ada angkutan lain yang masuk.

Ditanya soal kemungkinan jalan yang bakal makin sempit dengan adanya jalur khusus bus? Theo menerangkan bahwa jalur ini tetap fleksibel dan bisa dilalui kendaraan lain. Namun, tetap memprioritaskan bus Transpakuan.

“Makanya, tidak akan dipasang median jalan. Jadi, tetap fleksibel buat pengguna jalan. Walaupun memang prioritasnya nanti kan tetap untuk bus,” bebernya.

Kebijakan tersebut, kata dia, diharapkan bisa membuat warga Bogor lebih nyaman dalam menggunakan angkutan umum massal yang ditunjang jalur khusus. “Kalau angkutan umum bagus, masyarakat bakal beralih dengan sendirinya,” jelasnya.

Terpisah, pengamat trans­portasi Djoko Setijowarno menilai, pembuatan jalur khusus Transpakuan sudah tepat untuk menunjang jalannya bus yang digadang-gadang bisa memperbaiki sistem trans­portasi umum Kota Bogor tersebut.

“Memang harusnya seperti itu, diawali rerouting menuju konversi angkutam umum massal, harus didukung dengan sarpras (sarana prasarana) yang baik. Sehingga memudahkan sopir maupun pengguna, begitu pula dengan pengendara lain,” katanya.

Selain itu, sambung Djoko, pembuatan jalur khusus akan membuat laju angkutan Transpakuan akan lebih lancar dan tepat waktu. Menurutnya, hal ini membantu kesuksesan program rerouting dan konversi angkot. “Kan itu tujuannya, supaya lebih cepat, lebih lancar, tepat waktu,” imbuh dia.

Namun, Djoko mengingatkan program ini harus dikerjakan dengan serius. Sebab, kebijakan ini berdampak signifikan di lapangan, salah satunya risiko badan jalan menyempit. “Asal serius dan berkesinambungan,” pungkasnya.(wil/c)

Baca Juga