Beranda Politik

Bawaslu Temui Kapolri

BERBAGI

JAKARTA–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian di gedung utama Mabes Polri, kemarin (9/1). Dalam pertemuan itu, dibahas terkait netralitas Polri sekaligus soal money politic yang kerap terjadi saat pilkada.

Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, digelar sekitar pukul 09.00 WIB. Ditemui setelah usai, Ketua Bawaslu Abhan menutur­kan, ada beberapa pembahasan da­lam pertemuan tersebut. Seperti fenomena anggota Polri aktif yang akan bersaing di pilkada. ”Saya kira sikap kapolri tegas untuk yang mengikuti kontestasi,” ujarnya.

Sebab, pengunduran diri para jenderal aktif ini akan diproses segera. ”Namun, mekanismenya memang pengunduran diri setelah penetapan,” terangnya ditemui di Mabes Polri.

Apakah jenderal polisi yang mencalonkan jadi gubernur dan wakil berpotensi abuse of power? Menurutnya, dengan mengun­durkan diri tersebut, situasi semacam itu tidak akan terjadi. ”Kalau sudah mundur tidak berpengaruh,” jelasnya.

Bawaslu, lanjutnya, tidak hanya mengawasi netralitas Polri, namun juga semua elemen. Seperti TNI dan aparatur sipil negara (ASN). ”ASN ini punya potensi yang besar juga untuk tidak netral,” paparnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang merotasi jabatan para jenderal aktif yang ikut Pilkada serentak 2018 ke dalam jabatan nonstruktural, merupakan langkah Polri untuk bersikap netral.(jp)

Komentar Anda

Baca Juga