Beranda Female

Kenali Bleaching Gigi, Bisa di Rumah tapi Lebih Lama

BERBAGI
ilustrasi

Gigi kuning memang membuat kurang percaya diri, apalagi bagi kebanyakan kaum hawa. Berbagai cara pun dilakukan untuk memutihkannya, mulai cara alami hingga tindakan langsung yang ditangani dokter gigi, yakni melalui bleaching.

Dokter gigi Klinik-Q Medical and Dental Clinic Iik Yani Hidayati menuturkan, ada dua faktor yang bisa membuat warna gigi berubah. Perubahan warna dari luar atau faktor eksternal dan internal.

Faktor eksternal disebabkan merokok, mengon­sumsi makanan dan minuman berwarna seperti soto, kopi, teh, minumam bersoda dan lain-lain. Faktor internal biasanya yang meng­onsumsi obat golongan tetracycline ketika usia di bawah sembilan tahun, sehingga gigi menjadi abu-abu atau kekuningan, gigi non-vital akibat trauma, benturan atau karies gigi yang sudah mencapai pulpa.

”Waktu perubahan warna pada gigi itu relatif, setiap orang berbeda-beda. Ada yang dalam waktu singkat atau ada yang perlu waktu lama. Tergantung pada struktur permukaan gigi.Jika struktur gigi licin, biasanya lebih lama dibandingkan struktur gigi yang kasar,” ujar Iik Yani Hidayati.

Setelah meng­onsumsi minuman berwarna, biasakan minum air putih atau menyikat gigi langsung setelahnya. ”Hal itu bisa mengurangi perubahan warna dari luar atau bisa dengan teknik bleaching,” jelasnya.

Dokter Iik menjelaskan bahwa bleaching adalah proses pemutihan gigi, di mana gigi diputihkan menggunakan bahan kimia tertentu, yang akan membuat gigi menjadi lebih cerah dan membuat warna gigi lebih putih dari sebelumnya.

Keberhasilan bleaching tergantung kondisi gigi, noda pada gigi, dan konsentrasi bahan pemutih gigi. Proses bleaching bisa dengan dua cara, yaitu home bleaching dan office bleaching.

”Setiap orang memiliki reaksi dan perubahan warna berbeda-beda setelah bleaching . Tetapi akan lebih putih dari sebelumnya,” ujarnya.

Sementara, home bleaching adalah bleaching yang dilakukan sendiri di rumah atas pengawasan dokter gigi. Pengaplikasiannya, mengg­unakan kadar pemutih yang rendah agar tidak merusak gusi dan jaringan pendukung gigi.

Home bleaching menggunakan alat bantu khusus seperti sendok gigi dan pemutih yang berbentuk gel mengandung carbamide peroksida. Gel dimasukkan ke sendok gigi, kemudian langsung diaplikasikan pada gigi. Namun kelemahan dari home bleaching adalah lamanya proses perubahan warna untuk menjadi putih.

”Tidak disarankan home bleaching tanpa pengawasan dokter gigi, dan sangat tidak disarankan membeli peralatan dan obat untuk home bleaching di online atau di sembarang tempat. Dikhawatirkan meru­sak jaringan pendukung gigi. Jadi, langsung datang ke dokter gigi karena sudah disiapkan paket home bleaching, ” ujarnya.

Selanjutnya, ada teknik office bleaching, adalah pemutihan gigi yang dilakukan di dental office oleh dokter gigi yang berkompeten dan memiliki keterampilan memutihkan gigi.

Tentunya, menggunakan pemutih gigi yang berkadar tinggi dan diberi sinar blue light sekitar 20 menit dengan empat sesi. Kelebihannya, proses pemutihan lebih cepat.

”Biasanya dalam empat sesi itu sudah maksimal putihnya.Jika sampai sesi tiga putihnya sudah cukup maka tidak diteruskan ke sesi ke empat.Dalam satu hari maksimal empat sesi atau one visit bleaching,” tuturnya.

Dokter Iik mengatakan, bleaching bisa diaplikasikan ke semua jenis gigi. Tetapi ada beberapa gigi yang agak sulit diputihkan, seperti gigi berwarna abu-abu yang hasilnya tidak maksimal. ”Selain itu tidak disarankan jika usia di bawah 18 tahun, karena pulpa atau syaraf giginya masih lebar. Disarankan usia di atas itu,” tandasnya.(rp3/c)

Komentar Anda

Baca Juga