Beranda Ekonomi

Investor Lokal Sokong E-Commerce

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan, investor bakal berbondong-bondong menanamkan modalnya.

Dia menggarisbawahi besarnya investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke sektor e-commerce sejak tahun lalu. ’’Sayang, investor dalam negeri kurang mengapresiasi,’’ kata pria yang akrab disapa Tom Lembong tersebut.

Investor asing memang berbondong-bondong masuk pasar e-commerce tanah air. Raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba, misalnya, masuk lewat Lazada dan pembelian saham Tokopedia.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Aulia E. Marinto menuturkan, peme­rintah perlu mengawal e-commerce lokal supaya bisa menarik minat investor domestik.

”Memang selama ini didominasi investasi asing karena itu mekanisme pasar. Tapi, akan ada keinginan kita bersama. Artinya, supaya tidak melulu asing, e-commerce juga bisa dinikmati investor lokal. Ke depan, kami berharap ada keberpihakan kepada investor lokal,’’ tuturnya.

Aulia menjelaskan, proyeksi pertumbuhan e-commerce hingga 80 persen bisa menjadi kenyataan. Untuk dapat memacu pertumbuhan e-commerce, lanjut Aulia, pelaku juga berharap ada dukungan secara menyeluruh dari pemerintah.

”E-commerce tidak bisa dilihat dari satu sisi pelaku saja, tapi harus dilihat industri secara utuh. Logistik, payment, infrastruktur internet, sampai regulasi harus mendukung,’’ ujarnya.

Menurut Aulia, sejauh ini pemerintah menunjukkan dukungan pada e-commerce. Selanjutnya, dia berharap stakeholder lain juga turut mendukung. ’’Kami bersyukur usulan-usulan kami didengar pemerintah. Kami sekarang bersama-sama menjalankannya meskipun itu semua butuh waktu,’’ terangnya.

Disinggung tentang pertum­buhan tahun ini, pelaku e-commerce mengungkapkan bahwa 2018 menjadi potensi untuk mereka berekspansi. CEO Bukalapak Achmad Zaky juga pernah menyatakan bahwa dirinya optimistis e-commerce bisa tumbuh berlipat jika dibandingkan dengan kontribusi yang tercatata pada 2017.

’’Double-digit bisa lah dikejar. Saat ini potensi industri digital sangat besar. Apalagi, jika pemerintah juga mau gas pol menggenjot industri ini menjadi industri prioritas, pertum­buhannya juga makin pesat,’’ ujar Zaky.(agf/c22/sof)

Baca Juga