Beranda Berita Utama

Sarat Kejutan di Menit Terakhir, Dadang-STS Tunggu Sk

BERBAGI

BOGOR–Kejutan demi kejutan terus terjadi di menit-menit terakhir jelang masa pendaftaran Pil­kada Kota dan Kabupaten Bogor. Di Pilwalkot Bo­gor, misalnya, PDI Perjuangan dikabarkan meng­usung pasangan Dadang Iskandar Danubrata dengan Sugeng Teguh Santoso. Sementara di Pilbup Bogor, nama politikus Hanura, Fitri Putra Nugraha (Nungki) disebut-sebut dipasangkan dengan politikus PDI Perjuangan R Bayu Syahjohan.

Duet bakal calon wali kota dan wakil wali kota Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso (STS) bakal diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dadang membenarkan kabar ini, dan memastikan pihaknya masih menunggu surat reko­mendasi (SK) yang kini digodok Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

”Sudah 90 persen, tinggal menunggu suratnya (surat keputusan, red) saja,’’ ujar ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor tersebut.

Dadang memprediksi surat tersebut akan rampung seiring penyelenggaraan rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) PDI Perjuangan Kota Bogor, Selasa (9/1) besok.

Setelah SK turun dan ditetapkan, Dadang memastikan partainya segera mendeklarasikan bakal pasangan calon bersama PKB. ”Kelihatannya (dengan PKB, red). Tunggu saja,’’ ucapnya.

Ketua DPC PKB Kota Bogor, Heri Firdaus tak membantah jika Sugeng Teguh Santoso menjadi salah seorang figur yang diusung PKB selain artis Tommy Kurniawan. Menurutnya, rekomendasi untuk pasangan Dadang-STS dari DPP PKB sudah aman dan tinggal diumumkan. ”Insyaallah aman. Mudah-mudahan saja (Dadang-STS),’’ ujarnya.

Meski hanya dua partai yang menjadi mitra, kata dia, Heri mengaku tetap ikhtiar dan terus berjuang untuk menang. ”Kemenangan itu sudah ada garis tangannya, kita hanya ikhtiar. Allah yang menentukan segalanya. Kalau strategi pemenangan sudah aman,’’ ujarnya.

Di menit terakhir, aksi borong partai juga dilakukan bakal calon petahana wali kota Bogor, Bima Arya-Dedie A Rachim. Partai Hanura berpeluang besar masuk dalam koalisi pendukung petahana.

Dengan begitu, besar kemungkinan hanya akan ada empat poros yang bertarung di arena pilwalkot. Yaitu, poros petahana Bima Arya-Dedie A Rachim; poros Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin; poros Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso; dan poros independen Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Sementara itu, pasangan Bima-Dedie kini mendapat dukungan 20 kursi parlemen. Di antaranya, dari Partai Amanat Nasional (PAN) tiga kursi, Partai Demokrat lima kursi, Partai Golkar enam kursi, Partai Nasdem satu kursi, Hanura empat kursi, dan Partai Bulan Bintang (PBB) satu kursi.

Pasangan Dadang-STS mendapatkan dukungan sembilan kursi parlemen. Yakni, PDI Perjuangan sebanyak delapan kursi dan PKB satu kursi. Terakhir untuk pasangan Achmad-Zaenul, mendapatkan dukungan sebanyak 16 kursi di parlemen. Yakni, PKS lima kursi, PPP lima kursi, Gerindra enam kursi.(ded/d)

Komentar Anda

Baca Juga