Beranda Berita Utama

Melahirkan di Toilet Pesawat, Bayi Ditemukan Meninggal oleh Cleaning Service

BERBAGI
Foto Humas Polres Bandara Seotta for Indopos.
Barang Bukti : Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan (tengah) menunjukkan barang bukti kasus aborsi bayi yang dilakukan Hani dalam pesawat, di aula Mapolres Bandara Soetta, Kota Tangerang, kemarin.

JAKARTA–Nama Etihad Airways mendadak menjadi buah bibir kemarin (7/1). Setelah air crew maskapai dari Uni Emirat Arab (UEA) itu menemukan sesosok janin laki-laki di tempat sampah toilet pesawat.

Kapolres Metro Bandara Soekarno Hatta Kombespol Yusef Gunawan menuturkan, janin ditemukan sekitar pukul 18.00 dalam pesawat Etihad EY 474, yang terbang dari Bandara Internasional UEA – Indonesia, Cengkareng, Tangerang.

Sebelum tiba di Tangerang, pesawat sempat singgah di Bandara Don Mueang, Thailand. ”Petugas pembersih pesawat namanya Andri yang menemukan janin itu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi kemarin.

Polisi perwira menengah itu menyebutkan, janin diduga milik Hani binti Kahid Uta, TKI di Arab Saudi. ”Ada kemungkinan-kemungkinan, potensi yang disampaikan, bahwa ini adalah hasil dari hubungan gelap. Namun, kami akan dalami dengan pihak-pihak mana saja,” paparnya.

Pesawat diperkirakan berangkat dari Bandara Internasional Abu Dhabi, UEA, Sabtu (6/1), pukul 02.20 waktu UEA. Lalu tiba di bandara gajah putih sekitar pagi hari waktu Thailand. Yang pasti, kata Yusep, pesawat lepas landas dari Bangkok-Jakarta sekitar pukul 14.15. ”Pesawat tiba di Tangerang sekitar pukul 17.45,” jelasnya.

Rasa sakit dan pendarahan dialami Hani setelah empat jam lepas landas dari Bandara Abu Dhabi menuju Thailand. Hani yang semula duduk di kelas ekonomi dipindah ke kelas bisnis. Hani sempat mendapatkan oksigen.

Saat pesawat singgah di Don Mueang, kata Yusef, Hani disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Hani diminta oleh air crew untuk dirawat di Bandara Don Mueang. Sebelum turun ke Bandara Don Mueang, Hani ke kamar mandi.

Yusef mengungkapkan, setelah penemuan janin, penyelidik langsung berkoordinasi dengan pihak Bandara Don Mueang dan Etihad. Penyelidik meminta Hani untuk diterbangkan ke Indonesia.

Hani terbang menggunakan maskapai Air Asia QW 253. Perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat, itu tiba di T2 sekitar pukul 00.25, Minggu (7/1). ”Kami menyediakan satu ambulans untuk membawa H ke klinik bandara,” jelas mantan wadirkrimum Polda Metro Jaya itu.

Setelah tiba di Jakarta, polisi melaku­kan serangkaian penyelidikan lanjutan. Yusef menyebutkan, pihaknya telah mendatangkan dokter untuk memeriksa Hani dan janin yang dibuang. Berdasar pemeriksaan dari tim medis, janin berusia 9 bulan.

Selain dari segi medis, polisi juga memeriksa kelengkapan administrasi Hani. Menurut Yusef, Hani merupakan TKI legal. ”Kami cek surat-suratnya lengkap kok. Hani bekerja di Arab Saudi sudah empat tahun ini,” ujarnya.

Kendati demikian, dia mengaku belum bisa memeriksa Hani lebih dalam. Sebab, kondisi Hani masih lemah. Polisi harus menunggu kondisi Hani membaik, tambahnya.
Langkah ke depan, Yusef menyebutkan, pihaknya bakal bersurat kepada PT Angkasa Pura II dan maskapai Etihad. ”Kami akan melakukan rekonstruksi ulang di tempat kejadian,” jelasnya.

Lantas, apakah H telah dijerat pidana? Yusef mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan hal tersebut. Yang pasti, kata dia, H belum dikenakan pasal apa pun. ”Kami masih harus memeriksa banyak pihak. Mohon bersabar dulu,” paparnya.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Bangkok Dodo Sudradjat membenarkan ada WNI penumpang pesawat Etihad dari Abu Dhabi yang terkena masalah di bandara Bangkok. Informasi tersebut didapatnya dari KBRI Abu Dhabi, Sabtu (6/1) malam, sekitar pukul 20.00. “KBRI Abu Dhabi minta tolong agar yang bersangkutan dibantu dan pantau apakah kemungkinan terkena masalah hukum di Thailand,” kata Dodo kepada pewarta kemarin. (sam/and/lyn)

Komentar Anda

Baca Juga