Beranda Metropolis

Karya Bernyawa dari Maestro Naturalis

Nelvi/radar bogor.
NATURAL: Pengunjung Lippo Mall Keboen Raya menikmati lukisan-lukisan karya R Yan Mulyana. Total ada 40 lukisan dipamerkan di lantai dua Lippo Mall Keboen Raya hingga 31 Januari mendatang.

BOGOR – Tiap karya seni tidak terlahir begitu saja. Meski ide awal berupa kesengajaan, hal itu memiliki makna mendalam. Banyak seniman, khususnya pelukis Bogor yang memaknai tiap karyanya.

Sebagian orang bisa menganggap karya tersebut biasa, natural, mentah atau berantakan. Namun, justru sebuah karya seni yang sesungguhnya adalah karya seni yang bernyawa, yang perlu dinikmati.

Itulah kesan kuat yang muncul dari lukisan karya R Yan Mulyana yang dipamerkan di Lippo Plaza Keboen Raya, Jalan Pajajaran, kemarin (7/1). Puluhan karya yang dibalut dalam tema Menembus Batas Lukis Naturalis tersebut menceritakan banyak hal tentang kehidupan warga Bogor.

Mulai kehidupan keseharian, impian hingga perkembangan terkini Bogor. “Karya yang saya tampilkan banyak macam. Dan itu mempunyai makna yang berbeda-beda,” ujar Adum -sapaan akrabnya.

Adum menuturkan, dari tahun ke tahun dia sering membuat pameran lukis di beberapa kota dan kabupaten wilayah Indonesia. Dia pun pernah diminta langsung oleh salah satu keturunan Raja Arab melalui utusannya untuk melukis mural dinding. “Kala itu saya dikontrak selama satu tahun pada tahun 2000,” katanya.

Dalam pameran ini, lukisan bentangan alam khas Bogor ia pamerkan. Mulai dari pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede, juga Kali Ciliwung. Dengan adanya pameran ini, Adum berharap, selain bisa memanjakan mata masyarakat akan karya-karyanya, juga bisa memotivasi para pelukis Kota Bogor untuk terus berkarya. “Terus berani dan jangan mudah putus asa untuk berkarya,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada panitia penyelenggara pameran tunggal Raden Yan Mulyana dengan tema Menembus Batas Lukis Naturalis.

“Ini adalah kegiatan positif di awal 2018,” kata Usmar di sela-sela pembukaan pameran, Sabtu (6/1).

Saat ini, kata dia, Bogor merupakan miniatur dari Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu di IPB.

“Secara langsung maupun tidak langsung, ini menjadi unsur pemersatu dari kebinekaan itu sendiri,” ujarnya.(ran/c)

Baca Juga