Beranda Nasional

Polisi Rampok karena Mental

BERBAGI

JAKARTA-Penyebab polisi yang merampok uang Rp10 miliar dan USD 25 ribu di Kalimantan Selatan dari yang dikawalnya, terus didalami. Ada sejumlah kemungkinan penyebabnya, dari gaji yang kecil hingga persoalan mendasar, mentalitas. Polri lebih meyakini perbuatan pidana itu karena mentalitas.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, perampokan yang dilakukan anggota polisi itu bukan karena gaji yang kurang. Buktinya, banyak sekali masyarakat yang ingin mendaftar menjadi anggota polisi. ”Banyak kan yang mau jadi polisi?” tuturnya.

Kata dia, kemungkinan kejadian itu karena persoalan mental dari oknum tersebut. Hal itulah yang perlu untuk diperbaiki. ”Tentunya kami akan evaluasi dan menentukan langkah selanjutnya,” jelas jenderal berbintang dua tersebut.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan, dengan tertangkapnya pelaku tentu akan lebih mudah untuk mengetahui penyebab dari kejahatan yang dilakukannya. ”Kami lihat bagaimananya” terangnya.

Menurut Iqbal, yang pasti untuk oknum yang melakukan pidana akan diberikan sanksi. Baik berupa sanksi etik pemecatan dan proses pidananya juga harus tegas.

”Proses berjalan, saat ini masih dilakukan berita acara pemeriksaan,” tuturnya.

Kabidhumas Polda Kalsel AKBP Rifai menambahkan, untuk pencarian terhadap uang hasil perampokan hampir selesai. Dari semua yang dirampok hanya tinggal Rp400 juta yang belum ditemukan. ”Selisih ini terus dicari, sehingga korban secara materi tentu tidak dirugikan lebih banyak lagi,” terangnya. Dia berharap dalam waktu secepatnya kembali akan ditemukan barang bukti tersebut.(idr)

Komentar Anda

Baca Juga