Beranda Olahraga Arena

Lima Belas Atlet Dipulangkan

PALING BERSINAR : Ganda putra nomor satu dunia versi BWF, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon jadi pebulutangkis paling bersinar sepanjang 2017 dengan torehan tujuh gelar juara.

JAKARTA–Badan olahraga bulu tangkis Indonesia, PBSI, sudah melakukan evaluasi pada pengujung 2017. Selain mengumumkan nama-nama penghuni pelatnas pada 2018, Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI yang dikomandoi Susy Susanti juga memulangkan 15 atlet ke klubnya masing-masing.

Daftar pemain kelas utama tak banyak mengalami perubahan dan masih diisi oleh pemain-pemain andalan seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii, Jonatan Christie, dan lainnya.

Seleksi atlet pelatnas melalui promosi dan degradasi merupakan program tahunan yang biasa dilakukan PBSI. Pada akhir tahun, atlet dipulangkan ke klub masing-masing, beberapa di antaranya akan dipanggil kembali ke pelatnas, sesuai dengan keputusan tim bidang pembinaan dan prestasi yang telah melakukan evaluasi dalam setahun bersama tim pelatih.

Pelatnas PBSI, PBSI, Kevin/Marcus, Susy Susanti,
“Secara umum prestasi pada 2017 sudah cukup baik, kita dapat 38 gelar dari level international series hingga superseries premier. Ganda putra memberikan prestasi yang luar biasa tahun ini. Meskipun tak sebanyak tahun sebelumnya tapi ganda campuran konsisten mendapat gelar, khususnya di event-event penting, kami berharap tahun 2018 lebih baik lagi, dan regenerasi menjadi lebih cepat,” sebut Susy dalam surat elektronik PBSI jelang pergantian tahun.

Terdapat ketentuan baru dalam sistem pembinaan atlet penghuni pelatnas yang mulai diberlakukan tahun depan. Pertama adalah atlet-atlet yang tertera di SK (surat keputusan) sebagai atlet pelatnas yang seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan selama setahun akan dibiayai oleh PBSI.

Kedua, atlet dengan SK Pemantauan, dimana pembiayaan pelatihan dan pertandingan akan dibiayai oleh PBSI selama enam bulan kemudian dipantau dan dievaluasi prestasinya, jika tak memenuhi target maka statusnya akan berubah menjadi pemain magang atau bahkan dipulangkan ke klub masing-masing (degradasi).

Ketiga, pemain magang yang pembiayaan latihan ditanggung PBSI dan pertandingan dibiayai oleh klub masing-masing. Pemain magang pun dievaluasi penampilannya selama enam bulan, kecuali jika indisipliner, dapat dipulangkan ke klub sewaktu-waktu. Jika berprestasi akan naik menjadi pemain dengan SK Pemantauan.

“Tahun depan memang akan ada perubahan. Dari segi kuota, tidak akan jauh berbeda, tapi status yang akan berbeda. Kalau yang ragu-ragu, saya nggak mau masukan ke dalam SK tetap. Magang kan bisa berapa bulan. Penilaiannya bukan cuma potensi, tapi liat attitude, kemauan dan progres kalau di pelatnas seperti apa?” ungkap Susy.(ira/JPC)

Baca Juga